Tebing Longsor di Karanganyar Timpa 5 Pekerja, 1 Tewas dan 4 Luka-Luka

Wahyuendro ยท Kamis, 30 Juli 2020 - 19:25 WIB
Tebing Longsor di Karanganyar Timpa 5 Pekerja, 1 Tewas dan 4 Luka-Luka
Tebing yang longsor di Dusun Ngetrep RT 002/RW 14, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng). (Foto: iNews/Wahyuendro)

KARANGANYAR, iNews.id - Sebuah tebing di Dusun Ngetrep RT 002/RW 14, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng), longsor saat hendak dibuat talud, Kamis (30/7/2020). Lima orang pekerja tertimbun material longsor dan satu di antaranya tewas.

Kejadian bermula saat para pekerja tengah membuat fondasi cakar ayam untuk talud rumah milik Wiro Ngadimin. Tiba-tiba, tebing dengan tinggi sekitar 4,5 meter dan lebar 3 meter longsor menimbun pekerja di bawah.

Adapun korban meninggal yakni, Suwarno (36), warga Dusun Badan, RT 004/005, Desa Kemuning. Sedangkan korban luka, yakni Sudarno (48t); Ngadiman (50); Sugimin (49); dan Pono (46). Semuanya merupakan warga Desa Kemuning.

Tebing yang longsor di Dusun Ngetrep RT 002/RW 14, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng). (Foto: iNews/Wahyuendro)
Tebing yang longsor di Dusun Ngetrep RT 002/RW 14, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng). (Foto: iNews/Wahyuendro)

Kepala Pelaksana Harian (Plh) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar, Sundoro Budi Karyanto mengatakan, kejadian ini disebabkan human error atau kelalaian, bukan karena faktor alam.

"Ini bukan kejadian bencana akibat faktor alam, namun kecelakaan kerja. Ada lima korban, satu meninggal dunia, tiga luka berat, dan satu lainnya luka ringan," kata Sundoro saat berada di lokasi kejadian.

Setelah dinyatakan meninggal oleh pihak puskesmas, korban meninggal langsung dibawa ke rumah duka dan dikebumikan. Sementara empat korban lainnya mendapatkan perawatan ke Rumah Sakit.

Menurut Adrian, warga setempat, kejadian terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Saat dirinya datang, para korban sudah tertimbun tanah dan tengah upaya evakuasi.

"Saya datang sudah kondisi tertimbun, langsung bantu evakuasi dengan alat seadanya. Beberapa korban tertimbun dalam kondisi berdiri. Jarak timbunan sampai kepala capai satu meteran," katanya saat menemani korban luka di IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karanganyar.

Saat ini, dua korban masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara dua lainnya sudah diperbolehkan pulang. Korban rata-rata mengalami gangguan pernapasan. Beberapa juga ada yang mengalami patah tulang dan lecet-lecet.


Editor : Maria Christina