Tegal Lockdown, Pendapatan Sopir Angkot Merosot Drastis

Yunibar ยท Jumat, 27 Maret 2020 - 12:42 WIB
Tegal Lockdown, Pendapatan Sopir Angkot Merosot Drastis
Jalan di depan Terminal Kota Tegal (Foto: iNews/Yunibar)

TEGAL, iNews.id - Local lockdown di Kota Tegal, Jawa Tengah (Jateng) baru dimulai pada 30 Maret hingga 30 Juli. Namun sejumlah akses jalan menuju Kota Tegal dan kawasan alun-alun telah ditutup.

Pengumuman Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono, rupanya berimbas ke sejumlah warga, salah satunya sopir angkutan kota (angkot). Tertutupnya jalanan saat ini membuat warga mengurungkan niat keluar rumah.

Para pengemudi angkutan umum mengeluhkan pemasukan mereka turun drastis. Mereka hanya bisa mendapat Rp10.000 kurang sejak jalanan ditutup.

"Kalau kaya gini saya yang biasa dapat uang Rp100.000, sekarang Rp10.000 saja enggak dapat. Penumpang hampir enggak ada," ujar sopir angkutan umum, Heri di depan Terminal Kota Tegal, Jumat (27/3/2020).

Heri menuturkan persiapan lockdown saja sudah menyulitkannya apalagi jika kebijakan ini benar-benar diterapkan.

"Tolonglah ini kebijakannya pak bagaimana," ujarnya.

Beberapa akses yang ditutup yakni, di depan terminal Tegal tepat di jalur Pantura Jalan Dokter Wahidin. Arus lalin dari arah Jakarta diputar melalui jalan lingkar utara tidak melalui jalur pantura dalam kota. Penutupan juga dilakukan di jalan masuk ke kawasan alun-alun kota menggunakan water barrier.

Sementara itu, pantauan tim iNews di beberapa jalan di Kota Tegal, aktivitas warga masih berlangsung normal. Hanya belasan toko dan puluhan pedagang kaki lima di kawasan alun-alun yang tutup akibat penutupan akses.

Kegiatan di Pasar Pagi Kota Tegal juga berjalan normal. Bahkan, sejumlah perkantoran di Balaikota Tegal masuk seperti biasa.


Editor : Nani Suherni