Tenaga Medis di Sragen Diancam, Ganjar Pranowo: Tolong Jangan Ada yang Aneh-Aneh

Ahmad Antoni, Sindonews ยท Senin, 01 Juni 2020 - 06:13 WIB
Tenaga Medis di Sragen Diancam, Ganjar Pranowo: Tolong Jangan Ada yang Aneh-Aneh
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Kadis Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo (Foto: Dok Humas Pemprov Jateng)

SEMARANG, iNews.id - Seorang tenaga medis UPTD Puskesmas Kedawung, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah (Jateng) dikabarkan diancaman dan intimidasi usai memeriksaan pasien Covid-19. Ancaman yang diberikan melalui whatsapp tersebut membuat petugas kesehatan itu ketakutan.

Kabar itu pun sudah diterima Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Dia meminta aparat kepolisian untuk tidak ragu menyelesaikan persoalan itu.

"Saya harap polisi tidak usah ragu. Kami mendukung siapapun yang mengancam untuk ditindak, apalagi kepada tenaga medis," kata Ganjar, Minggu (31/5/2020).

Dia meminta masyarakat tidak memberikan stigma negatif terhadap para petugas kesehatan dalam melaksanakan tugasnya melawan Covid-19. Sebab menurutnya, semuanya sudah dilakukan sesuai standar dan prosedur yang ada.

"Jangan lagi pernah ada model-model seperti ini. Tolong jangan ada yang aneh-aneh, kita lagi dalam kondisi sulit. Maka saya dukung petugas keamanan untuk bisa menyelesaikan ini. Diperiksa saja," ucapnya.

Ganjar juga mendapat informasi bahwa korban pengancaman menjadi trauma dan ketakutan. Dia meminta agar korban melaporkan kepada petugas secara gamblang tentang apa yang terjadi, sehingga cepat bisa diselesaikan.

"Saya minta korban melaporkan secara gamblang. Tidak boleh ada stigma-stigma negatif yang nanti membuat hati orang terluka," ujarnya.

Ganjar mengaku masih mendalami persoalan itu. Sebab dari laporan yang masuk, belum jelas kronologi pengancaman, penyebab dan faktor lainnya.

"Sebenarnya kalau saya bisa tahu orangnya (korban), saya pengen telpon untuk dengar sendiri. Saya ingin dengar siapa yang mengancam, apa persoalannya sehingga jelas apa yang terjadi. Kalau memang Korban ketakutan atau trauma, akan kami bawa ke shelter agar dia aman," katanya.

Seperti diketahui, seorang perawat UPTD Puskesmas Kedawung Sragen mendapat ancaman dari warga melalui WA. Dari informasi yang ada, ancaman itu terjadi pada Jumat (29/5/2020) pagi.

Kronologinya, ada keluarga yang anggotanya positif. Kemudian, petugas datang untuk melakukan rapid test dan sebagainya kepada keluarga itu. Diduga, karena adanya pemeriksaan tersebut, salah satu keluarga merasa agak dikucilkan di lingkungannya. Warga sekitar menjadi tidak berani mendekat dan sebagainya.

Oleh sebab itu, pelaku mengancam dan mengantisipasi salah satu petugas Puskesmas. Kasus ini sedang diselidiki petugas kepolisian.


Editor : Nani Suherni