Terdengar Suara Dentuman, Gunung Slamet Masih Berstatus Waspada

Antara ยท Jumat, 14 Februari 2020 - 14:09 WIB
Terdengar Suara Dentuman, Gunung Slamet Masih Berstatus Waspada
Asap putih setinggi 100-200 meter di puncak Gunung Slamet terlihat dari Pos Pengamatan Gunung Api Slamet, Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Jumat (14/2/2020) pagi. (Foto: Pos PGA Slamet)

PURWOKERTO, iNews.id - Gunung Slamet di Jawa Tengah (Jateng) masih dalam status Waspada (Level II) pada Jumat (15/2/2020). Hal tersebut menyusul laporan suara dentuman dari arah Gunung Slamet oleh warga Desa Bumisari, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Slamet Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan status waspada dimulai saat peningkatan aktivitas seismik. Dimana terdapat aktivitas vulkanik dan perubahan visual di kawah, serta mulai mengalami gangguan magmatik, tektonik, atau hidrotermal. Namun, diperkirakan tidak mengalami erupsi dalam jangka waktu tertentu.

"Kami berdoa saja Gunung Slamet tetap aman, statusnya sampai sekarang masih Waspada," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Slamet Sukedi, Jumat (14/2/2020).

Dia mengatakan suara dentuman dari arah Gunung Slamet terdengar warga Desa Bumisari dalam beberapa hari terakhir. Suara tersebut, menurut dia, juga terdengar dari Pos Pengamatan Gunung Api Slamet PVMBG di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.

"Sebenarnya itu (suara dentuman) juga masih diragukan, apa itu suara geluduk (guruh), apa itu dari gunung. Dari pos pun terdengar, tapi saya cenderung suara geluduk," katanya.

Dia menjelaskan berdasarkan pengamatan visual pada Jumat (14/2/2020) pukul 06.00 sampai 12.00 WIB, terlihat asap putih bertekanan lemah setinggi 100 sampai 200 meter di atas puncak kawah Gunung Slamet.

"Asap kawah tersebut terlihat tinggi karena gunung masih dalam kondisi aktif itu disiram dengan air hujan. Jadi asap itu sebenarnya juga uap air yang bercampur dengan asap kawah," katanya.

Selama pengamatan, terekam 91 kali gempa embusan dengan amplitudo 3 sampai 15 milimeter berdurasi 15 sampai 55 detik serta tremor menerus dengan amplitudo 0,5 sampai 5 milimeter.

Dengan kondisi demikian, Gunung Slamet masih berstatus Waspada (Level II). Warga diimbau tidak beraktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah puncak Gunung Slamet.

Sebelumnya, PVMBG pada 9 Agustus 2019 pukul 09.00 WIB menaikkan status Gunung Slamet dari aktif normal menjadi Waspada. Gunung Slamet berada di wilayah Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes, Jawa Tengah.


Editor : Nani Suherni