get app
inews
Aa Text
Read Next : 27 Jam Tembus Badai, Tim SAR Evakuasi Jasad Pendaki Syafiq Ali dari Puncak Gunung Slamet

Terungkap! Pendaki Syafiq Ali Meninggal 15 Hari Sebelum Ditemukan di Gunung Slamet

Kamis, 15 Januari 2026 - 21:44:00 WIB
Terungkap! Pendaki Syafiq Ali Meninggal 15 Hari Sebelum Ditemukan di Gunung Slamet
Detik-detik evakuasi pendaki hilang di Gunung Slamet oleh tim SAR gabungan dari lereng selatan jalur Gunung Malang. (Foto: Ist)

PURBALINGGA, iNews.id – Teka-teki penyebab kematian Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki pelajar asal Magelang yang hilang di Gunung Slamet, akhirnya terungkap. 

Berdasarkan hasil visum luar yang dilakukan tim medis, korban dinyatakan meninggal dunia sejak 15 hari lalu akibat terserang hipotermia atau kedinginan ekstrem.

Setelah berhasil dievakuasi dari kawasan puncak pada ketinggian 3.150 meter dari permukaan laut (MDPL) jenazah Syafiq langsung dibawa ke RSUD dr R Goeteng Taroenadibrata, Purbalingga, untuk pemeriksaan medis, Kamis (15/1/2026).

Proses visum luar dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari tim dokter RSUD Goeteng, tim Dokkes, serta Satuan Inafis Polres Purbalingga. 

Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan waktu kematian serta melihat apakah terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Dokter RSUD Goeteng, dr Gunawan menjelaskan, pemeriksaan memakan waktu sekitar satu jam. Hasilnya memperkuat dugaan bahwa korban tidak mampu bertahan di tengah cuaca ekstrem gunung.

"Dari hasil visum luar, diketahui korban sudah meninggal dunia sekitar 15 hari yang lalu. Penyebab utamanya adalah hipotermia," ujar dr Gunawan usai pemeriksaan.

Keluarga Menolak Autopsi

Ayahanda Syafiq terus mendampingi putra tercintanya sejak proses penurunan jenazah dari jalur pendakian hingga tiba di kamar mayat. Pihak keluarga menyatakan telah ikhlas menerima kepergian Syafiq sebagai musibah.

Karena pihak keluarga sudah menerima kejadian ini, polisi hanya melakukan visum luar dan tidak melakukan autopsi mendalam.

"Keluarga sudah ikhlas, sehingga hanya dilakukan visum luar. Setelah proses pemulasaraan dan dimandikan di rumah sakit, jenazah langsung kami berangkatkan ke rumah duka di Magelang," kata Wakapolres Purbalingga, Kompol Agus Amjat.

Tragedi ini bermula saat Syafiq melakukan pendakian "tektok" (mendaki-turun dalam sehari) bersama rekannya, Himawan, melalui Basecamp Dipajaya, Pemalang, pada Sabtu (27/12/2025).

Editor: Kastolani Marzuki

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut