Tiga Ancaman Meninggalkan Salat Jumat

Kastolani ยท Jumat, 29 November 2019 - 06:30 WIB
Tiga Ancaman Meninggalkan Salat Jumat
Umat Islam menjalankan ibadah salat Jumat di Masjid Istiqlal Jakarta. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Hari Jumat adalah penghulunya hari atau sayyidul ayyam. Artinya Jumat mempunyai keistemewaan dibandingkan hari lain.

Habib Zein El Zirazy dalam makalahnya tentang Sejarah Hari Jumat dikutip dari PISS-KTB mengatakan, sebagian riwayat kata Jumat diambil dari kata jama’a yang artinya berkumpul. Yaitu hari perjumpaan atau hari bertemunya Nabi Adam dan Siti Hawa di Jabal Rahmah.

Kata Jumat juga bisa diartikan sebagai waktu berkumpulnya umat muslim untuk melaksanakan kebaikan (salat Jumat).

Salah satu bukti keistimewaan hari Jumat adalah disyariatkannya salat Jumat.  Bahkan mandinya hari Jumat pun mengandung unsur ibadah, karena hukumnya sunnah.

"Hai orang-orang beriman, bilamana kamu diserukan untuk shalat pada hari jum'at, maka hendaklah kamu pergi mengingat Allah (shalat Jum'at) dan tinggalkanlah jual beli,(QS.Al Jumu'ah:9)".

Allah mengharamkan menyibukkan diri dalam urusan dunia atau sesuatu pun yang bisa memalingkan pergi jumatan.

Melaksanakan salat Jumat bagi kaum laki-laki yang sudah balig, sehat dan tidak sedang bepergian adalah kewajiban.

Bagi yang meninggalkannya dengan sengaja tiga kali berturut-turut akan mendapatkan konsekuensinya kelak di akhirat.

Dalam sebuah riwayat disebutkan  ada seorang lelaki berdebat dengan Ibnu Abbas RA. Dia menanyakan kepada Ibnu Abbas RA tentang lelaki yang mati dan tidak pernah jumatan (shalat jum'at) atau jama'ah. Maka Ibnu Abbas RA berkata: "Dia masuk neraka".

Berikut tiga ancaman meninggalkan salat Jumat:

1. Akan Ditutup Hatinya

Nabi SAW bersabda:
"Barangsiapa yang meninggalkan jum'at sampai 3X tanpa ada uzur (alasan), maka Allah akan menutup hatinya".
Lafadz lain mengatakan:
"Maka dia sungguh telah membuang Islam di belakang punggungnya.

2. Dicatat Sebagai Orang Munafik

Nabi Shollallohu alaihi wasallam bersabda : "Barang siapa meninggalkan tiga sholat jum`at tanpa uzur maka dicatatlah ia sebagai orang munafik".

Para ulama hadis mengatakan, orang yang berturut-turut meninggalkan salat Jumat akan sulut menerima kebaikan dan akan dibiarkan menjadi orang yang lalai.

3. Membayar Sedekah

Nabi Muhammad Saw bersabda : "Barang siapa meninggalkan sholat Jumat tanpa uzur/alasan maka  bersedekahlah satu dinar, jika tidak punya maka setengah dinar".

Ibnu Hajar mengatakan, hadis itu mengandung arti sedekah yang dilakukan itu tidak lantas menghapus dosa karena meninggalkan salat Jumat, namun dengan sedekah itu diharapkan bisa meringankan dosa yang telah diperbuat karena melalaikan kewajiban menunaikan salat Jumat.

Wallahu A'lam Bissawab.


Editor : Kastolani Marzuki