Tragis, Pasutri Tewas Ditabrak KA Kamandaka usai Pulang dari Pasar di Tegal

Nani Suherni · Jumat, 21 Agustus 2020 - 15:16 WIB
Tragis, Pasutri Tewas Ditabrak KA Kamandaka usai Pulang dari Pasar di Tegal
Petugas Satlantas Polres Tegal mengevakuasi jasad pasutri yang ditabrak KA Kamandaka di perlintasan Desa Pepedan, Kabupaten Tegal, Jumat (21/8/2020). (Foto: istimewa)

SLAWI, iNews.id – Tragis. Pasangan suami istri (Pasutri) tewas mengenaskan akibat ditabrak kereta api (KA) Kamandaka tujuan Purwokerto-Semarang di perlintasan tanpa palang, Desa Pepedan, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Jumat (21/8/2020) sekitar pukul 06.45 WIB.

Kedua korban yakni Dasuki (57) dan Suneti (37) warga Desa Lawatan RT 06/02, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal. Keduanya tewas di tempat setelah tertabrak KA Kamandaka yan melaju dari arah Purwokerto.

Belum diketahui penyebab kecelakaan itu, namun dugaan sementara akibat korban tidak melihat kedatangan kereta saat menyeberang rel.

Diperoleh informasi, kecelakaan tragi situ berawal saat Dasuki dan istrinya Suneti berboncengan sepeda motor hendak pulang ke rumah seusai berbelanja di Pasar Pepedan. Keduanya lalu menyeberang perlintasan KA tanpa palang di Pepedan yang biasa dilewati kedua korban saban hari.

Nahas, saat menyeberang rel keduanya langsung disambar KA Kamandaka yang melaju kencang dari arah selatan (Purwokerto). Tubuh kedua korban sempat terseret sejauh 30 meter bersama motornya.

“Korban sing wetan (dari timur) abis belanja dari pasar. Pas nyeberang rel tidak tengak tengok langsung ditabrak Kamandaka,” kata Arifin, warga Dukuhturi.

Kapolsek Dukuhturi Iptu Bambang mengatakan, kedua korban diduga tidak melihat kedatangan KA saat menyeberang rel. “Di lokasi memang tidak ada penjaga pintu perlintasan. Kondisi rel juga tehalang bangunan sehingga tidak terlihat,” katanya.

Kasus kecelakaan itu kini ditangani Polres Tegal. Petugas mengolah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi serta menngevakuasi jenazah kedua korban ke RSI Muhammadiyah Singkil, Adiwerna.


Editor : Kastolani Marzuki