Tutup Pospenas 2022, Wamenag: Zaman Terus Berubah, Santri Harus Hadapi Tantangan Baru
Di antaranya atletik (lari, lompat jauh, tolak peluru), senam santri, senam SKJ, tenis meja, sepak bola, pencak silat, pidato tiga bahasa, film pendek, kaligrafi, hadrah, dan stand up commedy.
Sementara, Provinsi Jawa Barat muncul sebagai juara umum dengan mengoleksi 11 medali emas, 5 perak, dan 1 perunggu. Tuan rumah Jawa Tengah hanya puas sebagai runner up dengan 8 medali emas, 4 perak, dan 5 perunggu.
Posisi ketiga hingga kelima diduduki Jawa Timur (4 emas, 8 perak, 5 perunggu), DKI Jakarta (4 emas, 4 perak, dan 1 perunggu) serta Sulawesi Selatan (2 emas dan 4 perunggu).
Pospenas adalah event tahunan yang diinisiasi oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI. Penyelenggaraannya melalui kerja sama kolaboratif antar kementerian sesuai dengan nota kesepahaman antara Menteri Agama, Menteri Pemuda dan Olahraga, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan Menteri Pariwisata.
Seiring semakin banyaknya pesantren dan santri yang merambah segala bidang, dari tahun ke tahun gelaran Pospenas semakin meriah. Saat ini terdapat 4,5 juta pondok pesantren yang menaungi 37,6 juta santri.
Acara Pospenas kali ini disertai side event yang cukup menarik pengunjung, yaitu Expo Pospenas, pameran seni pesantren, yang mengambil tempat di Stadion Sriwedari, Solo. Pembukaan pameran dilakukan Rabu pagi (23/11/2022), oleh Ketua Pembina Dharma Wanita Kemenag Eny Retno Yaqut Qoumas di area parkir Stadion Sriwedari.
Pembukaan pameran ditandai pemotongan pita oleh Eny Retno, didampingi Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah Siti Atikoh Supriyanti (Istri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo) dan Ketua Dekranasda Surakarta Selvi Ananda (istri Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka).
Editor: Ahmad Antoni