Ungkap Klitih, Polres Kulonprogo Banjir Karangan Bunga dari Masyarakat

Kuntadi ยท Jumat, 21 Februari 2020 - 01:30:00 WIB
Ungkap Klitih, Polres Kulonprogo Banjir Karangan Bunga dari Masyarakat
Sejumlah karangan bunga memenuhi halaman Polres Kulonprogo atas pengungkapan kasus klitih. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.idPolres Kulonprogo banjir karangan bunga dari masyarakat setelah mengungkap kasus kejahatan jalanan yang kerap dikenal dengan klitik. Handphone Kapolres Kulonprogo AKBP Tartono pun kebanjiran ucapan selamat dari masyarakat.

Pantauan iNews.id, ada tujuh karang bunga yang terpajang di halaman Mapolres Kulonprogo. Sebagian besar karangan bunga itu kiriman dari masyarakat yang mengapresiasi kinerja polisi. Karangan bunga ini berasal dari beberapa elemen. Mulai dari Komunitas Ojek Online Kulonpogo, suporter sepak bola, masyarakat Kapanewon Nanggulan, Tokoh Pemuda Kulonrogo hingga ormas.

Selain berisi ucapan selamat atas keberhasilan mengungkap kejahatan jalanan, juga harapan agar terus menjaga keamanan Kulonprogo. Karangan bunga ini diletakkan di sisi kiri pintu masuk ke Polres Kulonprogo yang berada di tepi jalan nasional Yogyakarta- Purwokerto.

“Terima kasih atas dukungan masyarakat, atas apresiasinya. Tidak hanya karangan bunga di HP saya banyak sekali ucapan selamat,” kata Kapolres Kulonprogo AKBP Tartono di Mapolres Kulonprogo, Kamis (20/02/2020).

Menurut kapolres, keberhasilan jajarannya tidak lepas dari peran serta masyarakat yang ikut melaporkan jika ditemui adanya tindak kejahatan di jalan. Bahkan masyarakat juga cukup aktif dalam menjaga keamanan wilayahnya. Polisi akan terus mewujudkan keamanan masyarakat sebagai wujud tanggung jawab dan pengayom masyarakat.

Polres Kulonpogo juga telah mmebentuk Tim khusus “The Cops” yang bertugas patroli rutin tiap malam. Mereka ini akan berytindak cepat jika terjadi kejahatan jalanan dan mengantisipasi kejahatan muncul.
“Bhabinkamtibmas di setiap kalurahan juga kita kerahkan untuk aktif melapor di setiap kejadian,” katanya.

Kapolres berjanji untuk segera mengungkap satu lagi tersangka pembacokan di Nanggulan yang masih buron. Saat ini polisi sudah bergerak melakukan pengejaran.    

Dua hari ini petugas mengamankan ABE warga Godean Sleman yang melakukan pembacokan terhadap marsudi dan Muh Aprianto warga Nanggulan. Kedua korban mengalami luka bacok pada awal bulan lalu. Dari penyelidikan mengarah kepada keterlibatan tiga orang pelaku. Satu pelaku dengan inisial SY sudah mneyerahkan diri di Polda DIY, satu tersangka lagi dengan inisial CAK buron.

Salah satu tokoh pemuda, yang mengirimkan karangan bunga  Fajar Gegana mengatakan itu sebagai bentuk apresiasi kepada kepolisian dalam menjaga keamanan. Adanya kasus pembacokan di Nanggulan, membuat masyarakat resah dan takut. Apalagi anak muda yang merupakan generasi milenial yang aktif dan kreatif, juga enggan keluar karena takut.

Namun dengan penangkapan ini, mereka kembali percaya wilayah Kulonprogo menjadi lebih aman. Apalagi polisi semakin intensif dalam melakukan patroli.

“Sempat anak-anak muda cemas dan was-was, namun dengan tertangkap kami percaya Kulonprogo sudah kembali aman,” kata calon wakil bupati Kulonprogo ini.

Ketua Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kulonprogo, Lilik Syaiful Ahmad mengatakan karangan bunga itu menjadi bentuk kepedulian dan terima kasih kepada kepolisian dalam mnejaga keamanan. Ormas siap bekerja sama dalam menwujudkan Kulonprogo yang aman.


Editor : Kastolani Marzuki