Unik, Peringatan Imlek di Kudus Diwarnai Teatrikal Naga Makan Koruptor

Antara ยท Selasa, 05 Februari 2019 - 00:15 WIB
Unik, Peringatan Imlek di Kudus Diwarnai Teatrikal Naga Makan Koruptor
Pelajar SMP Keluarga Kota Kudus, Jateng, menggelar aksi teatrikal tarian naga memakan koruptor untuk merayakan Imlek, Senin (4/2/2019). (Foto: Antara)

KUDUS, iNews.id – Perayaan Tahun Baru Imlek 2019 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng), digelar dengan cara unik. Para pelajar SMP Keluarga Kudus merayakannya dengan aksi teatrikal berupa tarian naga memakan pelaku korupsi, Senin (4/2/2019).

Pembimbing Teater SMP Keluarga Kudus Ahmad Faridiansyah mengatakan aktraksi tersebut sebagai bentuk pendidikan antikorupsi. Teatrikal itu juga menggambarkan suatu negeri impian. “Di negara ini banyak terjadi tindak korupsi, kezaliman, hingga perebutan kekuasaan, sedangkan rakyat menjadi korbannya,” ujarnya.

Untuk membasmi korupsi agar tidak merajalela, maka seorang koruptor dibasmi oleh naga atau liong dan barongsai. Teatrikal itu memberi pesan, bahwa semua tindakan manusia di bumi pasti akan mendapatkan balasan. Sedangkan sosok liong sebagai pembasmi kemurkaan.

Wakil Kepala SMP Keluarga Kudus Herri Cristanto menambahkan, setiap tahun pihaknya menyelenggarakan kegiatan menyambut Tahun Baru Imlek di sekolah itu. Tahun ini, mereka mengemasnya dengan tema yang berbeda dengan tahun lalu, yakni bertema tentang pendidikan antikorupsi.

Tema itu juga sengaja dipilih karena saat ini merupakan tahun politik. Selain itu, SMP Keluarga memiliki program unggulan tentang pendidikan antikorupsi. “Kami memang berkomitmen dalam mencerdaskan anak bangsa dan sekaligus menanamkan pendidikan karakter antikorupsi sejak dini,” ujarnya.

Dengan banyaknya kegiatan yang bertemakan pendidikan antikorupsi, diharapkan menjadi pembiasaan bagi anak untuk antikorupsi. Pada akhirnya, ini menuju pembudayaan sikap dan perilaku antikorupsi.

“Harapan kami, anak-anak sejak dini mendapatkan pemahaman tentang dampak dan bahaya korupsi. Untuk mewujudkan kecintaannya terhadap negara, tentunya mereka juga sadar akan bahaya korupsi sejak dini,” ujarnya.


Editor : Maria Christina