Usai Bentrok dengan Debt Collector, Ojol Mengadu ke Sri Sultan HB X

Nani Suherni ยท Jumat, 13 Maret 2020 - 12:49 WIB
Usai Bentrok dengan Debt Collector, Ojol Mengadu ke Sri Sultan HB X
Pertemuan Sri Sultan HB X dengan komunitas ojek online, Kamis (13/3/2020). (Foto: Humas Pemda Jogja)

YOGYAKARTA, iNews.id - Beberapa orang perwakilan Komunitas ojek online menemui Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan pada Kamis (12/3/2020). Kedatangan komunitas ini untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Perwakilan komunitas Purnomo Susanto mengatakan berkomitmen menjaga kondusivitas Yogyakarta agar tetap aman dan damai. Hal ini berkaitan dengan bentrok beberapa waktu lalu antara debt collector dengan driver ojek online (Ojol).

“Tujuan sowan kami ini adalah untuk menyampaikan yang menjadi keinginan rekan-rekan ojek online, yakni adanya jaminan keamanan agar kami lebih nyaman lagi bekerja, seperti sebelum terjadinya bentrok massa beberapa waktu yang lalu,” ujarnya melansir situs resmi Pemprov DIY, Jumat (13/3/2020).

Purnomo mengatakan, keinginan para ojek online tersebut diterima dan akan ditindaklanjuti Sri Sultan selaku pemimpin daerah. Namun di sisi lain, Sri Sultan juga berharap, para ojek online dapat ikut menjaga kultur atau budaya masyarakat Jogja yang penuh dengan kesopanan, keramahtamahan, kesantunan, dan kerendahan hati.

“Banyak pesan-pesan yang disampaikan pada kami. Salah satunya, bahwa kunci utama masyarakat Jogja untuk bersosial itu adalah kebersamaan, dengan sikap ramah tamah kesopanan dan kesantunan. Dan kami berkomitmen akan menjaganya,” ujarnya.

Menurut Purnomo, dalam pertemuan ini, Sri Sultan juga berpesan agar komunikasi ke depan lebih baik. Secara organisasi ojek online bisa membentuk komunitas bersama. Saat pertemuan, komunitas ini juga melaporkan kondisi para korban bentrokan massa yang melibatkan para ojek online di Yogyakarta beberapa waktu lalu. Purnowo mengaku Sri Sultan memberikan bantuan untuk para korban.

“Ini bantuan pribadi dari Ngarsa Dalem (Sri Sultan) kepada para korban yang kemarin sempat mengalami luka-luka pada bentrok massa. Dan bantuan ini tentu akan kami serahkan kepada para korban,” katanya.

Saat ini, tercatat sekitar 15.000 pengendara ojek online yang beroperasi di Yogyakarta. Dalam pertemuan dengan Gubernur DIY kali ini, beberapa perwakilan komunitas yang hadir, ada yang mewakili ojek online Gojek, Grab, maupuan Maxim.


Editor : Nani Suherni