Video Conference dengan Jokowi, Wali Kota Solo: Ini Lapornya ke Pak Gubernur

Nani Suherni ยท Selasa, 30 Juni 2020 - 12:30 WIB
Video Conference dengan Jokowi, Wali Kota Solo: Ini Lapornya ke Pak Gubernur
Tangkapan layar Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo saat video conference dengan Presiden Jokowi dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo

SEMARANG, iNews.id - Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengadukan soal intensif tenaga kesehatan di RSUD Bung Karno lewat video conference yang dihadari Presiden Joko Widodo di Semarang, Senin (30/6/2020). Rudy pun menegaskan aduannya itu ditujukan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bukan untuk Jokowi.

Dalam aduannya, Rudy menjelaskan, Ganjar saat itu meminta RSUD Bung Karno menjadi salah satu rumah sakit yang menangani pasien Covid-19. Tentunya, sejumlah tenaga medis di rumah sakit tersebut akan menerima insentif, tetapi hingga kini belum terealisasi.

"Sesuai atas perintah pak Gubernur (Ganjar) RSUD Bung Karno jadi rujukan Covid-19. Namun intensif yang diajukan untuk tenaga kesehatan belum direalisasi pembayarannya," kata Rudy, Selasa (30/6/2020).

Dia juga menuturkan, sejumlah alat rumah sakit yang dijanjikan belum tersedia. RSUD Bung Karno hingga kini ungkap Rudy tidak hanya merawat pasien warga Solo melainkan luar daerah juga, bahkan ada dari Jombang, Jawa Timur.

Kurang lebih terdapat 31 pasien yang masih dirawat di RSUD Bung Karno. Saat mengadukan hal tersebut, Rudy langsung mengoreksi permintaan tersebut ditujukan kepada Ganjar bukan Jokowi.

"Jadi kami tetap merawat orang Sukoharjo, Klaten dan sebagainya ada juga yang dari Jombang. Ini lapornya ke bapak Gubernur, bukan untuk presiden," ucapnya.

Usia menerima aduan itu, Ganjar pun memastikan akan mengirim kepada dinas kesehatan Pemprov Semarang untuk mengecek. Sementara itu, Jokowi menanggapi jika, Ganjar tak mampu menangani soal aduan RSUD Bung Karno, pemerintah pusat akan turun tangan.

"Urusan yang berkaitan dengan RSUD Bung Karno kalau nanti tidak bisa diselesaikan dengan pak Gubernur, nanti dari pusat ya diselesaikan," kata Jokowi.


Editor : Nani Suherni