Viral Sopir Angkot di Semarang Bawa Bayi saat Narik Penumpang

Wisnu Wardhana ยท Selasa, 11 Februari 2020 - 16:15 WIB
Viral Sopir Angkot di Semarang Bawa Bayi saat Narik Penumpang
Nurul membawa bayinya saat narik penumpang di Semarang (Foto: Dokumen Pribadi Nurul)

SEMARANG, iNews.id - Video seorang sopir angkot di Semarang, Jawa Tengah (Jateng) mengajak anaknya narik penumpang tersebar di sosial media. Sang sopir, Nurul Mukminin (46) harus membawa bayinya mencari uang karena istrinya meninggal tak lama setelah melahirkan.

Bilqis Choirun Nisa, bayi berusia 3,5 bulan harus menghirup pekatnya asap kendaraan di Kota Semarang. Nurul yang berprofesi sebagai sopir angkot trayek Johar Mangkang terpaksa membawa bayinya bekerja karena istrinya Ariani Dwi Setyowati (21) meninggal pada November 2019.

Sebulan setelah melahirkan Bilqis di RSUP Dr Kariadi, Ariani meninggal karena menderita asam lambung akut. Mirisnya, Nurul harus mengurus anak pertamanya juga yang berusia tujuh tahun yakni Balqis Choirun Najwa.

Dari video yang iNews dapat, terlihat Nurul menggendong bayinya sambil menyetir angkot. Sementara video diduga diambil anak pertamanya Balqis.

"Guys, papahku lagi nyupir sambil gendong adekku," ujar Balqis dalam video.

Sesekali, Nurul tampak melempar senyum kepada sang bayi. Selain berjuang menghidupi kedua anaknya, dia juga harus melunasi biaya persalinan Bilqis yang masih menunggak Rp10 juta. Dia harus melunasi utang ke rumah sakit dalam waktu enam bulan.

Nurul menceritakan, tunggakan tersebut terjadi lantaran pada 18 Oktober 2019 istrinya melahirkan secara caesar. Bilqis lahir secara prematur diusia kandungan tujuh bulan. Dia mengaku kesulitan untuk membayar tunggakan biaya rumah sakit tersebut, sementara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari hanya mendapatkan uang dari hasil angkot sekitar Rp50.000 hingga Rp100.000 setelah dipotong setoran.

Bilqis sempat dititipkan ke tetangga untuk diasuh, tetapi Nurul tidak kuat membayar sehingga bayinya harus diajak untuk bekerja.

"Ya saya bawa anak karena memang faktor ekonomi, enggak sanggup buat buat bayar pengasuh," katanya, Selasa (11/2/2020).

Perantau asal Bengkulu ini tidak merasa putus asa, dia bersama kedua anaknya tinggal di rumah kontrakan di Karangsari Timur RT 10 RW 10, Wonosari kecamatan Ngaliyan.

Nurul memaklumi jika banyak orang yang mencemoohnya karena membawa bayi. Tetapi dia juga bersyukur karena masih banyak penumpang yang kagum atas perjuanganya menafkahi keluarga.

"Ada yang mengasihani, ya namanya suka duka kehidupan pan kaya gitu. Yang mencibir ya banyak, apalagi dalam lingkungan tempat tinggal kita," ujar Nurul.


Editor : Nani Suherni