Wali Kota Solo Pindah Rumah Dinas, Begini Tampilan Hunian Barunya

Agregasi Solopos ยท Jumat, 14 Agustus 2020 - 09:22 WIB
Wali Kota Solo Pindah Rumah Dinas, Begini Tampilan Hunian Barunya
Rumah dinas Wali Kota Solo di Kompleks Loji Gandrung Solo. (Foto: Istimewa)

SOLO, iNews.id - Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo dan keluarga segera menempati bangunan rumah dinas baru yang masih di sekitar kompleks Loji Gandrung, Solo.

Bangunan utama Loji Gandrung yang selama ini untuk rumah dinas Wali Kota akan dialihfungsikan untuk kegiatan umum. Tampak cat baru dari rumah dua lantai di belakang Kompleks Rumah Dinas Loji Gandrung itu.

Hunian bergaya Jawa-Eropa itu tampak berbeda dibanding bangunan sekitarnya. Pagar putih setinggi dua meter mengelilingi rumah. Bangunan berlantai tegel kunci batik itulah yang menjadi rumah dinas baru Wali Kota Solo.

“Ini mulai (pindah fungsi). Saya bersihkan dulu (Loji Gandrung). Fungsinya nanti untuk rapat, pertemuan, dan sebagainya sehingga (rumah dinas) saya geser sedikit. Tidurnya pindah, supaya nanti antara kegiatan umum dan rumah tangga itu terpisah,” kata Rudy.

Dia menyebut rumah dinas baru itu sebagai rumah jabatan. Sedangkan Loji Gandrung untuk rapat-rapat yang sifatnya insidental.

"Syukur-syukur (Loji Gandrung) bisa untuk museum," kata dia.

Rudy mengatakan rumah dinas baru Wali Kota Solo itu dahulunya merupakan guest house namun kurang sesuai sehingga jarang digunakan. Setelah rumah dinas wali kota bergeser ke bekas guest house itu, sayap kanan kiri Loji Gandrung bisa gantian beralih fungsi menjadi rumah tamu.

“Dulu itu enggak ada yang mau tinggal di guest house itu, hla pada takut, ya, saya tiduri saja,” ucapnya.

Rumah dinas baru Wali Kota Solo dengan Loji Gandrung saling terhubung melalui pintu kayu. Renovasi bangunan tersebut sampai bisa digunakan untuk rumah dinas berlangsung bertahap.

Setelah rampung dibangun pada pekan ini, Rudy berencana menggelar doa bersama untuk pemberkatan yang dipimpin Romo. Proses pemberkatan dilanjutkan dengan memercikkan air suci di beberapa ruang.

Hal itu dengan harapan agar siapa saja yang menempati rumah jabatan mendapatkan berkah yang melimpah dari Tuhan dan selalu mendapatkan kebahagiaan.

Rencana membuat Loji Gandrung lebih terbuka untuk umum ketimbang hanya sebagai rumah dinas Wali Kota Solo itu sudah mengemuka sejak 2017. Bangunan perpaduan budaya Eropa dan Jawa atau Indis itu sempat direvitalisasi yang rampung pada akhir 2018.

Bagian dalam salah satu ruangan di Rumah Dinas Wali Kota Solo di kompleks Loji Gandrung, Laweyan, Solo. (Foto: Istimewa)
Bagian dalam salah satu ruangan di Rumah Dinas Wali Kota Solo di kompleks Loji Gandrung, Laweyan, Solo. (Foto: Istimewa)

Revitalisasi yang utamanya menyasar halaman depan dan drainase tersebut menelan anggaran senilai Rp2,3 miliar. Rudy mengatakan ketika terbuka untuk umum, masyarakat bisa mengetahui sejarah panjang yang mengiringi perjalanan Loji Gandrung.

Mulai ketika dibangun pada 1830 hingga berfungsi sebagai rumah dinas orang nomor satu di Kota Solo.

“Bahkan dulu Bung Karno (Presiden pertama RI Ir Soekarno) sering menginap di sini saat berada di Solo,” kata Rudy.

Istilah terbuka untuk umum berarti area tersebut dibuka 24 jam untuk masyarakat.

“Jadi warga kalau masuk ke dalam ruangan-ruangan di bangunan utama silakan, foto-foto atau selfie juga boleh. Mau rapat di Loji Gandrung pun boleh,” ucapnya.

Sebelumnya warga hanya bebas memasuki pelataran bangunan cagar budaya (BCB) itu selama berlangsungnya Car Free Day (CFD) setiap Minggu pagi. Di luar waktu tersebut, pengunjung harus memberitahukan keperluan mereka kepada petugas keamanan saat memasuki kompleks.

Artikel ini telah tayang di Solopos.com dengan judul Wali Kota Solo Pindah Rumah Dinas, Loji Gandrung Untuk Apa?"


Editor : Nani Suherni