Warga Kulonprogo Pilih Mengungsi karena Rumah Terancam Longsor

Kuntadi ยท Rabu, 11 Maret 2020 - 21:46 WIB
Warga Kulonprogo Pilih Mengungsi karena Rumah Terancam Longsor
Longsor di Pedukuhan Sabrang Kidul, Kalurahan Purwosari, Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta (Foto: iNews/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Tiga keluarga yang tinggal di Pedukuhan Sabrang Kidul, Kalurahan Purwosari, Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta memilih mengungsi. Mereka meninggalkan rumah, setelah tebing setinggi 30 meter longsor pada Jumat (6/3/2020) lalu.

Kondisi tebing yang masih labil membuat warga memilih mengungsi. Mereka yang mengungsi yakni Joko Yuwono dengan empat anggota keluarga, Santoso dengan tiga anggota keluarga dan Suparlan dengan empat anggota keluarga. Saat longsor, dinding rumah Joko jebol diterjang material. Sedangkan dua rumah lain juga terancam, karena lokasi berdekatan.

"Sejak longsor kami mengungsi, khawatir kalau ada longsor susulan," kata Sri Lestari, Rabu (11/3/2020).

Longsor ini tidak hanya mengancam tiga rumah yang ada di bawah bukit. Namun ada dua rumah di atas bukit milik Suwarman dan Tukijan juga terancam longsor. Namun, rumah Suwarman kosong karena ditinggal ke Jakarta dan hanya rumah Tukijan yang ditempati bersama istrinya.

"Kami masih di sini, meski takut juga. Nanti mengungsi kalau hujannya deras," ujar istri Tukijan.

Material longsoran juga membuat akses jalan provinsi terputus. Jalan yang menghubungkan Tegalsari-Temon ini tergerus longsoran. Warga harus memutar menggunakan jalan lain, dan jalur yang ada hanya bisa dilewati pejalan kaki.

Kepala Dusun Sabrang Kidul Parsuki mengatakan atas kejadian ini, pihak dusun telah membangun posko kebencanaan. Area sekitar longsor juga sudah dipasangi garis polisi. Pihaknya juga sudah melaporkan hal ini kepada pihak-pihak terkait, termasuk BPBD Kulonprogo.

“Kemarin sudah ditinjau, rencananya longsoran akan dikeruk dengan alat berat,” katanya.


Editor : Nani Suherni