Waspada Gendam Modus Tanyakan KTP untuk Bansos, Nenek-Nenek di Pati Sudah Jadi Korban

Nani Suherni ยท Senin, 22 Juni 2020 - 14:12 WIB
Waspada Gendam Modus Tanyakan KTP untuk Bansos, Nenek-Nenek di Pati Sudah Jadi Korban
Ilustrasi (Foto: Sindonews)

PATI, iNews.id - Gendam merupakan salah satu momok bagi masyarakat, selain kejahatan jalanan lain seperti jambret. Modus baru pun mulai bermunculan, salah satu pelaku gendam di Pati, Jawa Tengah (Jateng) memanfaatkan pandemi Covid-19 dengan menanyakan kartu tanda penduduk (KTP) untuk diajukan sebagai penerima bantuan sosial.

Kasubbag Humas Polres Pati Iptu Suharning menceritakan, dari laporan yang diterima korban merupakan ibu-ibu. Pelaku mengincar mereka yang usianya sudah lanjut atau di atas 50 tahunan.

Kejadian itu beada di Desa Geritan Kecamatan Pati Kota dan Desa Tlogorejo, Kecamatan Tlogowungu, Pati. Modus yang digunakan pelaku yakni dengan meminta KTP dan KK korban untuk diajukan menerima bantuan dari pemerintah. Setelah memberikan KTP dan KK, pelaku mengajak ngobrol kemudian korban dimintai uang.

“Pelaku memanfaat situasi di tengah pandemi Covid-19 dengan korbannya usia rata-rata 60 tahun -70 tahun, dan berdasarkan informasi sudah tiga tempat kejadian perkara (TKP) dengan modus yang sama” kata Suharning, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (21/06/2020)

Dia menjelaskan, gendam merupakan guna-guna yang dapat membuat orang menjadi terpesona. Sehingga korban biasanya akan menuruti semua permintaan pelaku. Oleh karena itu, di tengah pandemi Covid-19, warga diminta lebih waspada.

“Jangan mudah percaya kepada orang yang baru dikenal. Apalagi kalau dikasih sesuatu, baik itu barang atau minuman harus waspada,” ujarnya.

Kerap menerima laporan gendam, dia pun menyampaikan, agar tidak sekali-kali memberikan identitas diri atau data pribadi kepada orang lain yang tidak dikenal. Apabila ada orang yang mencurigakan lapor ketua RT atau Kepolisian terdekat.

Suharning pun memberikan 7 tips menghindari tindak kejahatan gendam, berikut daftarnya;

1. Selalu waspada terhadap orang yang baru dikenal. Dan jangan terlalu akrab. Sebab, gendam bisa terbangun dari komunikasi yang intensif.

2. Selalu tanamkan dalam diri maupun pikiran untuk tidak bisa terpengaruh dengan kejahatan hipnotis. Rasa takut seseorang, terkadang juga menjadi celah pelaku dalam melancarkan aksi.

3. Jangan biarkan pikiran kosong. Sibukkan diri dengan melakukan aktifitas, sehingga tak mudah menjadi korban gendam.

4. Waspada ketika terdapat orang yang menepuk pundak. Jangan mudah kaget, sebab, rasa kaget bisa juga menjadi celah pelaku gendam beraksi.

5. Hindari pemberian barang-barang, seperti minuman atau makanan dari orang tak dikenal.

6. Hilangkan kebiasaan latah. Pasalnya, dari beberapa sumber, latah juga bisa menjadi celah gendam. Latah merupakan kebiasaan yang dilakukan dialam bawah sadar.

7. Waspada ketika tiba-tiba dikelilingi orang banyak. Lebih baik segera menjauh. Modus gendam juga biasa dilakukan dengan cara berkelompok.

8. Selalu berdoa, meningkatkan keimanan serta memperkuat pikiran jika terdapat sesuatu yang aneh, agar bisa melawan rasa aneh dalam pikiran tersebut.


Editor : Nani Suherni