Ziarah di Monumen Puputan Margarana, Ganjar Terharu Kisah Wagimin Pejuang Asal Kutoarjo

Ahmad Antoni ยท Jumat, 07 Oktober 2022 - 14:54:00 WIB
 Ziarah di Monumen Puputan Margarana, Ganjar Terharu Kisah Wagimin Pejuang Asal Kutoarjo
Gubernur Ganjar Pranowo memberi hormat kepada sejumlah veteran saat ziarah di depan Candi Puputan Margarana kompleks Taman Pujaan Bangsa Margarana, Tabanan, Bali. (Ist)

BALI, iNews.id - Gubernur Jateng Ganjar Pranowo terharu saat menaburkan bunga di depan Candi Puputan Margarana kompleks Taman Pujaan Bangsa Margarana, Tabanan, Bali, Jumat (7/10/2022). Kisah perjuangan para pahlawan yang gugur dalam Perang Puputan Margarana menjadi penyebabnya.

Ganjar yang sedang melakukan kunjungan kerja ke Bali menyempatkan ziarah ke Taman Pujaan Bangsa, lokasi gugurnya Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai bersama ribuan pasukannya saat perang Puputan. Di kompleks itu, berdiri sebuah candi Puputan Margarana dan ribuan batu nisan para pahlawan yang gugur dalam pertempuran 20 November 1946 itu.

Bersama puluhan veteran asal Bali dan cucu I Gusti Ngurah Rai, Nanik Suryani, Ganjar menggelar upacara tabur bunga di monumen itu. Setelah itu, ia mengunjungi batu nisan I Gusti Ngurah Rai dan melakukan penghormatan serta tabur bunga. Ganjar juga diajak mengunjungi museum yang menceritakan kisah perjuangan pahlawan Bali.

"Saya dapat banyak cerita heroik, bagaimana perangnya Ngurah Rai saat itu. Pak I Gusti Bagus Saputra ini, beliau menceritakan secara detail bagaimana sosok Ngurah Rai yang gagah berani. Ia berani menantang Belanda saat itu. Ia balas surat ancaman dari Belanda untuk menyerah dengan tantangan. Belanda tidak boleh ada di Bali," katanya.

Selain kisah heroik I Gusti Ngurah Rai, Ganjar juga menemukan kisah pejuang asal Kutoarjo Kabupaten Purworejo, Jateng bernama Wagimin. Ternyata, saat perang Puputan itu, Wagimin yang mantan polisi Belanda ikut membantu pasukan Ngurah Rai melawan penjajah. Ia loloskan pasukan Ngurah Rai masuk ke gudang persenjataan milik Belanda yang dijaganya dan menggunakan senjata itu untuk bertempur.

"Ia, ternyata ada kisah Pak Wagimin, asalnya dari Jenar Kutoarjo Jawa Tengah. Itu tetangga desa saya di Purworejo. Maka tadi saya agak terharu, kaget tentu ada ikatan emosional kan. Ternyata pak Wagimin yang luar biasa itu menjadi penghubung, dia ngambil senjata, membantu pasukan Ngurah Rai di perang Puputan," jelasnya.

Editor : Ahmad Antoni

Halaman : 1 2

Follow Berita iNewsJateng di Google News

Bagikan Artikel: