Pemusnahan 26 ton kentang asal Australia di Instalasi Karangroto, Semarang Selasa (27/9/2022). Foto: Ist.
Angga Rosa

SEMARANG, iNews.id - Karantina Pertanian Semarang memusnahkan 26 ton kentang asal Australia mengandung bakteri dickeya dianthicola. Pemusnahan kentang senilai Rp300 juta tersebut dilakukan di Instalasi Karangroto, Selasa (27/9/2022). 

Kepala Karantina Pertanian Semarang Turhadi Noerachman menjelaskan, hasil pengujian laboratorium Karantina Pertanian Semarang dan sukensing Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian menunjukkan kentang positif mengandung bakteri dickeya dianthicola. 

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019, pemasukan media pembawa (MP) tidak bebas organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) A1 golongan I harus dilakukan tindakan pemusnahan.

"Penyebaran OPTK dapat merugikan kelestarian alam. Karena itu, kentang yang mengandung bakteri dickeya dianthicola harus dimusnahkan. Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar," kata Turhadi Noerachman.

Menurutnya, gejala khas bakteri dickeya dianthicola, yaitu busuk lunak pada pangkal batang dan umbi kentang. Pada 2017, bakteri tersebut terdeteksi menyerang tanaman kentang di Australia. Hal ini menyebabkan kehilangan hasil dan menurunkan produksi.

Turhadi menyatakan, pemusnahan merupakan salah satu tindakan tegas Karantina Pertanian guna mencegah penyebaran OPT/OPTK. 

"Berkaitan dengan temuan OPTK tersebut, kami mengirimkan notification non compliance (NNC) ke Australia. Diharapkan ke depannya tidak mengirimkan kentang yang mengandung bakteri berbahaya tersebut," ucapnya. 


Editor : Ary Wahyu Wibowo

BERITA TERKAIT