Objek wisata petik jeruk di Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora. Foto: iNews/Heri Purnomo.
Heri Purnomo

BLORA, iNews.id Objek wisata petik jeruk di Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora patut dikunjungi. Pengunjung dapat mencicipi jeruk yang rasanya manis sepuasnya.  

Selama ini, Kabupaten Blora dikenal dengan tanahnya yang tandus dan kering. Namun jeruk ternyata bisa tumbuh subur dengan buah yang lebat. 

Seperti kebun jeruk milik Sulastri, warga Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora. Lokasi kebun jeruk sekitar 12 kilometer dari Kota Blora. 

Tempat wisata berawal ketika lima tahun lalu sang pemilik iseng menanam jeruk buah siam di lahan seluas 0,5 hektare. 

“Setelah tahu hasilnya, saya melanjutkan menanam 400 pohon jeruk yang dibeli dari Malang. Hasil panen jeruk dijual ke tetangga dan teman-teman,” kata pemilik kebun jeruk, Sulastri, Sabtu (16/7/2022). 

Dua tahun lalu, ia mulai mengembangkan wisata petik jeruk. Para pengunjung dipersilakan masuk gratis dan memetik buah sendiri. Pengunjung juga dipersilakan mencicipi di tempat. 

Jika ingin dibawa pulang, jeruk akan ditimbang terlebih dulu. Sedangkan harganya bervariasi mulai Rp5.000 hingga Rp17.000 tergantung besar kecilnya. 

Dalam sekali panen, kebun jeruk bisa menghasilkan sekitar 3 ton. Ia memilih menjualnya sendiri daripada ditebas atau dijual borongan. Selain untungnya lumayan, juga untuk hiburan dan banyak pengunjung yang datang. 

Keberadaan wisata petik jeruk ini juga menarik perhatian Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati.

“Ternyata yang selama ini Blora terkenal dengan tanahnya yang tandus, jeruk madu siam bisa tumbuh subur. Bahkan buahnya lebat dan manis,” kata Tri Yuli Setyowati. 

Dikatakannya, pemerintah sangat mendukung dan bisa dijadikan salah satu destinasi wisata petik buah jeruk di Blora. 


Editor : Ary Wahyu Wibowo

BERITA TERKAIT