Gubernur Ganjar Pranowo saat melepas keberangkatan atlet PON Jateng ke Papua dari Bandara Ahmad Yani Semarang. (foto: Ist)
Ahmad Antoni

SOLO, iNews.id  - Pemprov Jateng menganggarkan sekitar Rp10 miliar untuk bonus atlet-atlet Jateng peraih medali di PON XX Papua 2021. Bonus atlet tersebut diperkirakan akan cair awal tahun depan. 

Jateng menempati peringkat 6 perolehan medali di bawah Bali pada PON Papua. Peringkat tersebut merosot dibanding PON sebelumnya saat Jateng menempati posisi 4.

Menurut Kabid Keolahragaan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng Agung Hariadi bonus untuk atlet peraih medali di PON tersebut dimasukkan dalam dana hibah untuk KONI Jateng pada APBD murni 2022. Pihaknya sudah mengalokasikan anggaran hibah ke KONI Jateng senilai Rp 59,160 miliar untuk tahun 2022. 

“Di situ ada untuk tali asih (bonus) atlet. Kisarannya sekitar Rp 10 miliar, nanti bisa naik turun, kita rinci lagi. Selebihnya untuk Pra Porprov,” katanya dalam keterangan pers, Rabu (10/11/2021)

Dengan jumlah alokasi bonus tersebut, dia memperkirakan atlet Jateng peraih medali emas PON akan mendapatkan bonus sekitar Rp 200 juta, sementara peraih perak mendapatkan Rp150 juta. Atlet-atlet Jateng sendiri meraih 138 medali pada PON Papua, terdiri dari 27 emas, 47 perak, dan 64 perunggu.

“Mudah-mudahan bisa naik, nanti kebutuhan KONI berapa, mudah-mudahan ada tambahan. Para atlet mohon bersabar,” ujarnya.

Agung mengucapkan terima kasih kepada seluruh atlet dan ofisial yang sudah berjuang di PON Papua. Soal peringkat Jateng yang turun dan berada di bawah Bali, dia mengakui kontingen Bali tampil lebih baik. 

Menurutnya, secara keseluruhan perolehan medali yang diraih papan atas di PON Papua mengalami penurunan dibanding PON sebelumnya. Di antaranya Jatim turun 16,8 persen, sama dengan DKI Jakarta, Jabar turun 38,7 persen, dan Jateng turun 21,8 persen. Namun perolehan medali Papua melesat dari 18 menjadi 93 medali, sedangkan Bali dari 20 menjadi 28 medali.

“Ke depan tentu harus menjadi evaluasi, bagaimana menata prioritas cabor yang berpotensi meraih medali, dan membangun mental juara atlet,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman menambahkan bonus atlet baru bisa dianggarkan di APBD Jateng murni 2022. Dia memperkirakan bonus untuk atlet Jateng di PON Papua baru akan turun awal tahun depan. “Januari atau Februari Insya Allah sudah bisa direalisasikan,” tandasnya.

Dia mengungkapkan, banyak faktor internal dan eksternal yang menjadi sandungan bagi atlet-atlet Jateng untuk meraih prestasi. Di antaranya waktu penyesuaian di Papua yang hanya sebentar.

 Plt Ketua Umum KONI Jateng Bona Ventura Sulistiana mengatakan selama PON Papua, atlet-atlet Jateng sudah berjuang maksimal. Namun ada hal yang sifatnya dinamis menjadi kendala saat berada di Papua. 

Di antaranya sebelum berangkat ke PON Papua ada atlet yang terpapar Covid-19. Selain itu, akomodasi belum siap saat atlet tiba. Bona mengungkapkan, ada 6 atlet bulu tangkis Jateng yang tidak bisa bertanding karena diminta untuk membela Indonesia di Piala Thomas dan Uber.


Editor : Ahmad Antoni

BERITA TERKAIT