Para tersangka kasus perjudian (membelakangi) saat digelar di Ditreskrimum Polda Jateng, Kamis (18/2/2021). (Istimewa)
Ahmad Antoni

SEMARANG, iNews.id  - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng berhasil mengamankan 16 tersangka beserta barang bukti tindak pidana perjudian di wilayah hukum Polda Jateng. Penangkapan itu berlangsung dalam kurung waktu 1,5 bulan  sejak 1 Januari 2021 hingga 15 Februrari 2021. 

Kasus perjudian tersebut meliputi  2 judi jenis Hongkong, 2 Cap Jie Kie, 1 dadu dan 1 sabung ayam. Ke-16 tersangka masing-masing berinisial BJ, SN, HM, EW, MA, BU, HR, AL, DS, DT, LS, SDR, EP, dan SNR. 

Selain itu, terdapat 7 TKP (Tempat Kejadian Perkara) yang digunakan para pelaku dalam melakukan kegiatan haram tersebut yaitu di warung nasi kucing Dusun Pilang Lor Desa Gubug, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan.

Kemudian pangkalan ojek Desa Mbak Ijo, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, sebuah rumah yang beralamat di Desa Luang Rt 02 Rw 01 Kecamatan Tayu, rumah yang beralamat di Desa Donorejo Rt 01 Rw 01 Kecamatan Tayu Kabupaten Tayu, lahan kosong Depan Pasar Wonosari Desa Wonosari Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.

Selain itu,  rumah di Jalan Rambutan Rt 04 RW 07 Desa Kedawung, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, dan rumah di Jalan A.Yani Rt 01 RW 08 Desa Kedawung, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap.

Dirkrimum Polda Jateng, Kombes Pol Wihastono Yoga Pranoto mengatakan, modus operandi yang digunakan para pelaku dengan menggunakan lahan kosong dimana mereka harus membayar tiket sebesar Rp25.000 per orang untuk masuk ke lokasi.

"Para pelaku menggunakan tebak angka dengan memilih angka keluar dari mata dadu yang mereka kopyok dalam tempurung dan masang salah satu jago yang menang dalam aduan,” kata Kombes Pol. Wihastono Yoga Pranoto, Kamis (19/2/2021).

Menurutnya, para pengecer tersebut menampung pasangan judi yang telah ditebak oleh para pemasang, sistem dalam menerima passangan ada dua cara yaitu, melalui SMS dan secara langsung menerima buku kupon, uang pasangan judi dari para pemasang.

"Setelah tertampung angka pasangan atau taruhan judi, berikut uang taruhan tersebut disetorkan kepada pengepul," katanya. Selain itu, polisi juga mengamankan para pelaku serta barang bukti yaitu uang tunai senilai Rp8.017 Juta, 7 ekor ayam aduan, 5 buah HP berbagai merek dan semua peralatan yang digunakan pelaku untuk permainan judi.

“Kita akan tindakkan tegas kepada semua pelaku perjudian yang ada di wilayah Jawa Tengah serta tempat tempat kerumunan yang tidak mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Sementara, para pelaku diancam dengan Pasal 303 KUHP juncto pasal 303 bis KUHP  tentang Tindak Pidana perjudian dengan  pidana paling lama 10 tahun dan denda menjadi 25 juta rupiah.


Editor : Ahmad Antoni

BERITA TERKAIT