Dari pemeriksaan luar dan bagian dalam tubuh secara visual, tim forensik belum menemukan tanda luka yang mengarah pada kekerasan menggunakan benda tumpul maupun benda tajam.
"Secara visual, kami tidak mendapatkan tanda-tanda luka yang mengarah pada benda tumpul maupun benda tajam," katanya.
Namun, temuan tersebut belum dapat menjadi kesimpulan akhir mengenai penyebab kematian Sutrimo.
Tim forensik juga mengambil sampel swab setelah mendapat informasi bahwa Sutrimo sempat mengeluarkan cairan dari hidung dan mulut saat meninggal.
"Pada waktu kami ekshumasi tadi sudah tidak ada, tetapi kami mencoba mengambil swab untuk pemeriksaan laboratorium. Kita tunggu hasil laboratorium tersebut," ucapnya.
Selain swab, sejumlah bagian tubuh yang ditemukan memiliki kelainan turut diambil untuk pemeriksaan. Sampel tersebut termasuk kulit serta organ dalam seperti lambung dan jantung.
Seluruh sampel akan diperiksa di laboratorium untuk mencari petunjuk medis yang dapat membantu menentukan penyebab kematian.
Sementara itu, Karodokpol Pusdokkes Polri sekaligus Ketua PDFMI Brigjen Sumy Hastry Purwanti mengatakan, tim forensik telah memastikan identitas jenazah berdasarkan sejumlah ciri fisik.
Salah satu petunjuknya, kondisi jempol kaki kiri yang tidak memiliki kuku atau bagian tertentu. Kondisi tersebut sesuai dengan informasi yang diberikan keluarga.
"Setelah proses ekshumasi atau bongkar kubur, kemudian kami lakukan pemeriksaan luar. Kami bisa mengidentifikasi bahwa jenazah yang diperiksa adalah almarhum Sutrimo berdasarkan ciri jempol kaki kiri yang tidak ada," ujar Brigjen Hastry.
Tim juga menemukan bekas luka di bahu kanan yang sesuai dengan keterangan keluarga mengenai tindakan medis yang pernah dijalani Sutrimo.
"Di bahu kanan juga ada bekas luka yang menurut keluarga merupakan bekas operasi kecil," katanya.
Dengan identitas jenazah yang telah dipastikan dan belum ditemukannya tanda kekerasan secara visual, penyebab pasti kematian Sutrimo masih menunggu hasil pemeriksaan histopatologi, toksikologi, dan DNA.
Tim forensik memperkirakan hasil pemeriksaan laboratorium dapat diketahui dalam waktu sekitar dua hingga tiga minggu.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait