Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat konferensi pers terkait insiden penggerebekan pondok pesantren (Ponpes) Hamalatul Quran di Kabupaten Sukoharjo. (Foto: iNews TV)

SEMARANG, iNews.id – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, angkat bicara mengenai insiden penggerebekan pondok pesantren (Ponpes) Hamalatul Quran di Kabupaten Sukoharjo. 

Dia menegaskan, Pemprov Jateng telah menerjunkan tim khusus untuk melakukan evaluasi serta pendampingan terhadap para santri dan tenaga pengajar.

Ahmad Luthfi menjelaskan, sejak hari pertama pasca-kejadian, pihaknya langsung memerintahkan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Tengah bergerak ke lokasi.

Langkah cepat tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).

"Hasil penanganan di lapangan, sebanyak 16 santri dan empat ustazah telah mendapatkan asistensi serta pendampingan psikologis. Pemprov Jateng memastikan permasalahan di lembaga pendidikan tidak boleh mengorbankan hak anak untuk tetap menuntut ilmu," kata Ahmad Luthfi di Semarang, Selasa (3/11/2026). 

Selain memastikan pemenuhan hak-hak anak dan pendampingan psikologis, Mantan Kapolda Jateng ini mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah serta tidak terprovokasi oleh isu-isu liar. 

Menurutnya, Jawa Tengah merupakan daerah yang majemuk sehingga keberagaman serta perbedaan pandangan harus dikelola menjadi kekuatan perekat persatuan, bukan pemicu bentrokan sosial.


Editor : Kastolani Marzuki

Halaman Selanjutnya
Halaman :
1 2
BERITA POPULER
+
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network