"Bisa dapat untung Rp1.000 per kilogram sudah bagus. Sebab banyak pedagang yang hanya mengambil untung sedikit. Kalau dijual lebih tinggi dari pedagang lain, saya khawatir tidak laku. Sebab terpaut Rp500 per kg saja, banyak pembeli yang beralih ke pedagang lain," ucapnya.
Sementara itu, harga telur di warung kelontong mencapai Rp27.000. "Saya jual Rp27.000 per kg. Sebab harga kulakan sudah tinggi dan saya hanya mampu kulakan dalam partai kecil, sehingga harga saya naikkan agar bisa mengikuti fluktuasi harga," ujarnya.
Dia berharap, harga telur bisa cepat normal kembali. Sebab kenaikan harga telur membuat pedagang harus giat memantau perkembangan harga di pasaran agar tidak kalah bersaing. "Setiap hari saya harus memantau perkembangan harga telur agar tidak salah harga," ujarnya.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait