Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan bahwa ini adalah ikhtiar bagaimana acara keagamaan bisa tetap berjalan, tapi dengan protokol kesehatan. Sebab selain imun, kegiatan-kegiatan yang meningkatkan iman juga perlu didorong.
"Jateng Bershalawat ini lama tidak berjalan, kita coba hidupkan lagi. Ini yang kedua, yang pertama kemarin bagus, sekarang lebih bagus lagi. Ternyata dengan streaming ini saya mengikuti lebih banyak pengikutnya. Tadi saya lihat ada dari Taiwan, Kuala Lumpur, Hongkong ikut, lalu ada dari luar Jateng semuanya absen, dari Lampung, Cirebon, Surabaya. Masyaallah, artinya semua bisa mengikuti," katanya.
Hal itu membuktikan bahwa ada tanda-tanda yang baik terkait adaptasi kebiasaan baru itu. Dengan kreasi ekosistem baru, kegiatan Jateng Bershalawat tetap berjalan.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait