RS UNS di Kartasura, Sukoharjo tampak dari depan. Di RS ini terdapat tempat isolasi terpusat penanganan kasus Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo. Foto: iNews.id/Ary Wahyu Wibowo
Ary Wahyu Wibowo

SUKOHARJO, iNews.id – Tempat isolasi terpusat (isoter) penanganan kasus Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo dinonaktifkan sementara. Kasus Corona yang melandai membuat lokasi perawatan di RS UNS Kartasura kosong sejak beberapa waktu lalu.

Saat ini kasus positif rawat inap hanya dua orang dari total kasus aktif 11 orang. Sedangkan pasien suspect dirawat inap ada dua orang. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengatakan, tempat isoter tidak ditutup tetapi hanya dinonaktifkan. Fasilitas bisa digunakan sewaktu-waktu sebagai antisipasi gelombang ketiga. 

Penonaktifan hanya sebagai upaya memaksimalkan fungsi tempat. Sebab sebelum digunakan untuk menampung pasien Covid-19, tempat isoter merupakan asrama mahasiswa Fakultas Kedokteran UNS. 

“Dengan kondisi kasus yang landai, fungsinya dikembalikan sesuai peruntukkannya. Statusnya masih disiagakan, bisa buka tutup karena bed atau tempat tidurnya masih di sana semua,” kata Yunia Wahdiyati, Rabu (10/11/2021). 

Meskipun jumlah tempat tidur dikurangi dan dikembalikan pada pelayanan umum, secara garis besar semua fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) penanganan Covid-19 masih disiapkan sebagai kesiapsiagaan menghadapi gelombang ketiga.

"Pelayanan Covid-19 rumah sakit rujukan jalan terus," ujarnya.

Dikatakan Yunia, pengurangan prioritas pada fasyankes dibarengi dengan manajemen tugas pelayanan tenaga kesehatan. Karena saat ini pemerintah fokus penyelesaian vaksinasi Covid-19, tenaga kesehatan di fasyankes digeser untuk percepatan vaksinasi. 

“Capaian vaksinasi dosis 1 sebanyak 76 persen dan dosis 2 sebanyak 65 persen. Tenaga kesehatan dioptimalkan membantu percepatan vaksinasi,” ucapnya. 


Editor : Ary Wahyu Wibowo

BERITA TERKAIT