Keluarga saat mengunjungi lokasi penemuan jasad Iwan Budi di kawasan Marina Semarang. (Kristadi)
Kristadi

SEMARANG, iNews.id – Keluarga Paulus Iwan Budi, ASN Pemkot Semarang yang tewas dibunuh dan dibakar, meminta Presiden, Kapolri dan Panglima turun tangan dalam pengusutan kasus tersebut. Pasalnya, kasus pembunuhan disertai mutilasi dan pembakaran hingga kini belum terungkap.

Keluarga Iwan Budi kembali mendatangi tempat penemuan jasad korban di kawasan Pantai Marina Semarang, Rabu (26/10/2022). Keluarga memanjatkan doa agar kasus pembunuhan yang menewaskan ASN Bapenda Semarang cepat terungkap.

Istri Iwan Budi, Theresia Onny Anggarawati yang datang bersama dengan ketiga anaknya di lokasi mengatakan bahwa keluarga belum menerima secara ikhlas kematian korban.

“Karena hingga saat ini polisi belum juga bisa mengungkap pelaku pembunuhan. Rumitnya pengungkapan kasus pembunuhan ini, keluarga mendesak Presiden, Kapolri serta Panglima TNI untuk ikut campur dalam penanganan kasus ini,” kata Onny.

Sementara, kuasa hukum yang mendampingi keluarga  mendesak LPSK untuk mengkaji ulang pendampingan terhadap salah satu saksi.

“Salah satu saksi yang menjaga pintu masuk kawasan Marina sering berubah-ubah keterangannya,” kata Yunantyo Adhi Setyawan.

Hingga hari ke 52 kasus pembunuhan dan pembakaran yang menewaskan ASN Bapenda Semarang sampai saat ini Polrestabes Semarang belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

Selain masih melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi, kepolisian hingga saat ini belum  bisa memeriksa saksi kunci yang harus mendapatkan izin dari LPSK.


Editor : Ahmad Antoni

BERITA TERKAIT