Pada simulasi kedua, seandainya jumlah kasus baru Covid-19 proporsional sebesar 68 persen atau 13 dari 18 kasus pada kelompok tervaksinasi dan 32 persen atau 5 dari 18 kasus pada kelompok belum divaksin, maka B-Infection rate sebesar 0,68 persen.
"Simulasi ketiga seandainya jumlah kasus sama banyak, sebut saja 9 dari 18 kasus masing-masing pada kelompok tervaksinasi dan belum tervaksinasi, maka B-Infection rate adalah 0,49 persen," katanya.
Jika dilihat dari laporan luar negeri, jumlah yang terinfeksi Covid-19 pada kelompok belum tervaksinasi secara proporsional lebih besar. "Bila itu terjadi juga di Indonesia, maka B-Infection rate akan lebih rendah lagi," kata dr Tonang.
Melalui ketiga simulasi tersebut, saat kondisi paling pesimistis, yaitu pada simulasi pertama sekitar 99 persen orang yang sudah tervaksinasi dapat tercegah dari infeksi Covid-19.
Karena tercegah dari infeksi, maka risiko gejala yang diakibatkan Covid-19 akan menurun dan dapat mengurangi risiko penularan kepada orang lain.
"Dengan demikian, terpenuhi tujuan vaksinasi adalah melindungi diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya," katanya.
Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait