Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Widi Prasetijono dan Ketua Persit KCK PD IV/Diponegoro Ny Novita Widi Prasetijono dikukuhkan menjadi Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting. (Ist)
Ahmad Antoni

SEMARANG, iNews.id -  Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Widi Prasetijono dan Ketua Persit KCK PD IV/Diponegoro Ny Novita Widi Prasetijono dikukuhkan menjadi Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting. Pengukuhan dilakukan oleh Kepala BKKBN Hasto Wardoyo di Balai Diponegoro.

Pengukuhan Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting Provinsi Jateng tersebut merupakan bentuk kerja sama Kodam IV/Diponegoro dengan BKKBN Jateng serta Pemprov Jateng untuk mengentaskan anak-anak dari kondisi gizi buruk guna menyiapkan generasi muda yang sehat juga cerdas.

Pengukuhan ditandai dengan penyematan selendang Duta Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting Provinsi Jateng. Pangdam mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak atas kepercayaan yang diberikan untuk mengemban amanah sebagai Duta Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting.

“Terima kasih atas kepercayaan ini. Kami dan seluruh jajaran Kodam IV/Diponegoro akan mengemban amanah yang diberikan ini dengan maksimal disertai komitmen dan harapan, semoga angka stunting di Jateng semua bisa menurun, sesuai yang ditargetkan pemerintah” kata Pangdam, Senin (10/10) malam.

Dia menjelaskan, sesuai data dari BKKBN, wilayah Jateng memiliki angka stunting yang masih cukup tinggi yakni 20,9 persen. Hal tersebut dinilai masih di atas target pemerintah yang rencananya di tahun 2024 stunting di seluruh Indonesia harus sudah menurun di angka 14 persen.

“Ini perlu menjadi perhatian kita bersama. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini angka stunting di wilayah Jateng dapat segera menurun sesuai dengan yang diharapkan,” katanya..

Sementara, Kepala BKKBN menambahkan program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) adalah program yang diluncurkan BKKBN untuk mempercepat penurunan Stunting di Indonesia. Melibatkan seluruh elemen bangsa dengan menyasar langsung kepada keluarga yang mempunyai anak berisiko stunting. 

Provinsi Jateng merupakan salah satu wilayah dari 12 provinsi prioritas penurunan stunting. Sebab tercatat hingga bulan Oktober, masih banyak ibu hamil yang berisiko melahirkan anak stunting, yakni sebanyak 30.877 sedangkan balita 2 tahun stunting sebanyak 42.332 anak.

“Inilah sasaran yang harus sama sama kita intervensi agar para ibu hamil tercegah dari melahirkan bayi stunting dan Insya Allah ke depannya melalui kerja sama antara BKKBN dengan Kodam IV Diponegoro ini, angka stunting di Jateng dapat segera menurun,” kata Hasto.


Editor : Ahmad Antoni

BERITA TERKAIT