Penampakan ruang kerja Iwan Budi di di Kantor Bapenda lantai 1 Gedung C Balai Kota Semarang. (Ist)
Tim iNews.id

SEMARANG, iNews.id Kepolisian hingga kini masih mendalami kasus mayat terbakar tanpa kepala dan tangan di kawasan Pantai Marina Semarang. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan melakukan tes DNA terhadap korban maupun keluarga Iwan Budi P.

Tes DNA dilakukan guna memastikan kecocokan identitas korban yang dimaksud PNS Bapenda Kota Semarang yang dilaporkan hilang sejak 24 Agustus 2022. DNA telah dikirim ke Puslabfor Mabes Polri dan hasilnya baru bisa diketahui dalam waktu dua minggu.

Sebelumnya, berdasarkan barang bukti yang ditemukan dalam olah TKP yakni pelat nomor kendaraan dinas yang sama dipakai Iwan Budi, kemudian tag name bertuliskan Iwan Budi P.

Sementara, ruang kerja Iwan Budi  di Kantor Bapenda lantai 1 gedung C Balai Kota Semarang tampak tak bertuan semenjak ditinggalkan Iwan, Senin (12/9/2022). Dalam meja kerja, hanya tampak tumpukan berkas dan sebuah monitor komputer. 

Terpisah, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang belum menerima pemberitahuan dari kepolisian terkait kasus hukum terhadap pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bernama Paulus Iwan Boedi Prasetyo (51).

Kepala BKPP Kota Semarang, Abdul Haris mengatakan pihaknya sampai saat ini masih menunggu informasi resmi dari pihak kepolisian. Sehingga belum bisa menentukan sanksi apa yang dijatuhkan karena sudah mangkir dari tugas beberapa hari tanpa keterangan.

''Jadi, itu baru akan pemeriksaan ya. Katanya mau dipanggil, pegawai Bapenda itu menghilang dulu. Kalau pemanggilan itu kan belum diketahui, sejauh mana terlibat atau tidak, apakah hanya saksi atau tidak. Kita tunggu setelah ketemu,'' kata Haris, dilansir dari laman resmi Pemkot Semarang.

Terkait status, menurutnya, Iwan masih sebagai ASN atau PNS dan digaji, namun tetap mengacu pada Peraturan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 3 Tahun 2022, tentang Petunjuk Teknis Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil.

''Ketentuan tersebut menyampaikan, bahwa apabila ada laporan resmi dari berita acara Kepolisian maka pejabat pegawai, yaitu Bapak Wali Kota Semarang akan membuat atau menyatakan rekomendasi bahwa saudara Iwan dinyatakan hilang.

Pak Wali yang akan menyampaikan itu, karena ada berita acara Kepolisian, tapi sekarang belum,'' ujarnya.

Dalam aturan yang ada, pada tenggat waktu 12 bulan, jika tidak kembali dinyatakan meninggal, namun jika sebelum 12 bulan kembali, akan ada berita acara Kepolisian kenapa menghilang. Dari hasil keterangan itu, akan menjadi pertimbangan apakah yang bersangkutan kembali sebagai PNS atau menerima sanksi hingga PTDH.

"Bisa diangkat lagi, tetapi dengan syarat harus ada berita acara Kepolisian lagi, yang bersangkutan meninggalkan kantor apakah sengaja atau ada masalah lain, pidana dan sebagainya. Nanti akan kita pertimbangkan dari berita acara Kepolisian. Apakah memang harus PTDH atau dengan hormat,'' ujarnya.


Editor : Ahmad Antoni

BERITA TERKAIT