Para kader menyambut baik pelatihan tersebut karena bahan yang digunakan mudah diperoleh di sekitar desa. Proses pengolahan juga dapat dilakukan dengan peralatan dapur rumah tangga sehingga memungkinkan untuk diterapkan secara mandiri.
Sebagai tindak lanjut, tim Unsoed berencana mendampingi penerapan menu pada kegiatan Posyandu berikutnya. Tim juga akan menyerahkan modul resep dan panduan perhitungan gizi kepada kader serta melakukan evaluasi terhadap penerimaan menu oleh balita.
Selain itu, pendampingan akan diarahkan untuk mendukung ketersediaan peralatan yang dibutuhkan agar kader dapat mempraktikkan pembuatan PMT berbahan pangan lokal secara mandiri dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat melalui Hibah Pengabdian BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2026. Program ini menjadi salah satu upaya mendukung percepatan penurunan stunting sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Editor : Suriya Mohamad Said
Artikel Terkait