PMI Jateng memasang alat pendeteksi tanah gerak di wilayah Desa Banjar dan Suwidak Wanayasa Banjarnegara. (Elis Novit)
Elis Novit

BANJARNEGARA, iNews.id - Bencana tanah gerak di Desa Banjar dan Suwidak Wanayasa Banjarnegara terus terjadi. Area pergerakan tanah bahkan terus meluas hingga ke area pertanian, jalan dan pemukiman warga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara mencatat satu jalan saat ini putus dan tak bisa dilewati. Tak hanya itu, belasan rumah rusak dan 312 kepala keluarga terisolasi.

Kondisi tanah yang labil ditambah tingginya curah hujan membuat potensi bencana semakin tinggi. Mengantisipasi terjadinya korban jiwa, PMI Jateng memasang dua alat pendeteksi longsor elwasi.

“Alat dipasang pada jarak 30 meter dari titik pusat pergerakan tanah dan juga pemasangan jalur evakuasi saat sirene tanda peringatan berbunyi,” kata Ketua PMI Jateng, Sarwa Pramana, Kamis (3/11/2022).

Sejumlah titik tanda peringatan dan petunjuk jalur evakuasi di pasang di lokasi dengan adanya pemasangan alat pendeteksi ini diharapkan dapat menghindari adanya korban jiwa.

Hal itu karena saat sewaktu-waktu terjadi pergerakan tanah atau longsor, warga bisa segera berlari menyelamatkan diri ke lokasi yang lebih aman.


Editor : Ahmad Antoni

BERITA TERKAIT