Rina Wulandari saat menyaksikan rekonstruksi penembakan dirinya di rumah Jalan Cemara 3 Banyumanik Semarang. (Kristadi)
Kristadi

SEMARANG, iNews.id – Rina Wulandari, istri almarhum Kopda Muslimin tak kuasa menahan tangis saat menyaksikan rekonstruksi penembakan dirinya di Jalan Cemara 3 Banyumanik Semarang. Dalam rekonstruksi menghadirkan lima tersangka dengan memeragakan 59 adegan.

Rina sempat menangis saat adegan pelaku menembak dirinya. Dia sejak awal hadir di lokasi rekonstruksi atau rumahnya sendiri. Meski hadir di lokasi, peran Rina digantikan oleh adiknya dalam rekonstruksi tersebut.

Rina yang sejak awal masih trauma dan berada di dalam rumah tampak keluar saat diperagakan adegan ke-31 atau saat penembakan.

Namun saat melihat pistol dikeluarkan ia tiba-tiba menangis dan langsung digandeng untuk masuk kembali ke halaman rumah. Selain polisi dan jaksa, turut hadir juga pengacara dari empat tersangka yang melakukan percobaan pembunuhan tersebut. 

“Ada 59 adegan yang diperagakan yang terlihat jelas para pelaku melakukan aksinya karena diperintah oleh Kopda Muslimin,” kata Aryas Adi Suyanto, pengacara tersangka, Selasa (18/10/2022).

Sementara itu Kasi Pidum Kejari Kota Semarang, Moehammad Riszy Pratama mengatakan/ berkas kasus ini belum dinyatakan lengkap atau P21. “Rekonstruksi ini salah satu untuk menambah kelengkapan berkas tersebut,” katanya.

Diketahui, kasus penembakan terhadap istri anggota TNI ini ada lima tersangka yakni Sugiono alias Babi selaku eksekutor penembakan dan pembonceng sepeda motor kawasaki Ninja.

Kemudian Ponco Aji Nugroho selaku joki sepeda motor Kawasaki Ninja, Supriyono alias Sirun selaku joki sepeda motor Honda Beat street dan membantu mengawasi situasi, Agus Santoso alias Gondrong selaku pembonceng sepeda motor Honda Beat street dan membantu mengawasi situasi dan Dwi Sulistyono selaku penjual senjata api.


Editor : Ahmad Antoni

BERITA TERKAIT