Bupati Blora Arief Rohman saat melihat hasil karya Roisah yang merubah limbah kayu menjadi barang jadi bernilai ekonomis. Foto: iNews/Heri Purnomo
Heri Purnomo

BLORA, iNews.id – Seorang warga di Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora mampu merubah berbagai limbah kayu menjadi barang jadi bernilai ekonomis. Bahkan barang yang dihasilkan telah menembus pasar luar negeri, khususnya di Korea. 

Warga itu bernama Roisah. Meski bukan asli Blora, namun ia sudah menetap di Desa Tempellemahbang. Awalnya ia dan suami yang asli warga Korea merantau dari satu tempat ke tempat lain. Namun ia memilih untuk menetap di Blora karena mudah mendapatkan bahan dan warganya ramah. 

"Di Blora ini tidak ada yang sulit, bahan apa saja masuk. Tidak kayu jati saja, ada randu boleh, mangga, rencek jati apa saja masuk. Kalau tenaga gampang yang penting tiap seminggu sekali gajian,” kata Roisah, Jumat (26/8/222). 

Bahan limbah dibuat menjadi meja kursi, ayunan, tatakan bunga talenan dan sovenir lainnya. Dalam sebulan ia mampu mengekspor minimal satu kontainer. 

Bupati Blora Arief Rohman tertarik dan mengapresiasi warganya. Sebab Sebagian besar wilayah Blora adalah hutan dan hasil hutan jatinya terbesar. Namun dari sisi ekspor masih kalah dengan daerah lain yang tidak punya bahan baku. 

"Pemda berharap potensi ini bisa dikembangkan, kira- kira bisa kita dampingi, orientasinya adalah ekspor," ucapnya. 

Selama ini kebijakan Perhutani pusat yang bisa mengakses kayu hanya orang berduit saja, sehingga bagi daerah penghasil kayu seperti di Blora kalah dengan orang-orang itu. 

Bahan kayu jati yang bagus dari Blora malah dimiliki orang di luar Kabupaten Blora. 

"Harapannya ke depan Perhutani bisa memberi semacam afirmasi atau apa, agar benggol atau akar kayu jati ini keluar sudah menjadi bahan matang atau jadi, tidak bahan mentah,” ucapnya. 

Sebab selama ini, yang keluar dari Blora adalah bahan mentah. Sedangkan mengolahnya di luar, sehingga ekspor kebanyakan dari luar Blora. 

"Kita ingin agar bahan mentah yang kita miliki bisa diolah di sini, menjadi bahan jadi dan kita ekpor di sini pula,” ucapnya. 

Pemerintah akan melakukan pendataan, mengumpulkan asosiasi perajin kayu di Blora, untuk diajak memecahkan masalah ekpor. Dengan demikian, Blora yang memiliki bahan baku tidak kalah dengan daerah lain. 


Editor : Ary Wahyu Wibowo

BERITA TERKAIT