Dia menyatakan, tingginya harga minyak goreng yang berlangsung cukup lama sangat memberatkan warga, utamanya kalangan ekonomi menengah ke bawah. Kebijakan pemerintah menetapkan harga sebesar Rp14.000 per liter dinilai merupakan kebijakan yang tepat.
"Tapi sayangnya sampai saat harga minyak goreng masih tinggi. Saya berharap pemerintah melakukan langkah tegas, agar harga minyak goreng di pasaran bisa sesuai dengn harga yang ditetapkan pemerintah dan mudah di dapat," ujarnya.
Fitri (38) warga lain menuturkan, minyak merupakan barang kebutuhan pokok yang setiap hari digunakan untuk memasak. Tak hanya itu, pelaku usaha kecil seperti penjual gorengan dan lainnya juga membutuhkan minyak.
"Jika harga minyak goreng tetap tinggi, masyarakat jelas keberatan. Sebab pengeluaran rumah tangga jadi bertambah. Untuk itu, kami berharap pemerintah bisa membantu masyarakat dalam mendapatkan minyak goreng dengan harga yang terjangkau. Saya berharap di Tengaran ada operasi pasar minyak goreng," ujarnya.
Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait