20 Tahun Menabung, Penjual Lele Goreng di Boyolali Gagal Haji untuk ke-2 Kali

Tata Rahmanta ยท Kamis, 04 Juni 2020 - 07:08 WIB
20 Tahun Menabung, Penjual Lele Goreng di Boyolali Gagal Haji untuk ke-2 Kali
Nyami (60) penjual lele goreng, warga Kadireso, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah (Jateng). (Foto: iNews/Tata Rahmanta)

BOYOLALI, iNews.id - Nyami (60) penjual lele goreng, warga Kadireso, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah pasrah saat rencananya haji tahun 2020 gagal. Nyami yang mendaftar haji sejak tahun 2011 ini gagal untuk kedua kalinya berangkat haji.

Nyami seharusnya berangkat haji tahun 2018. Namun, karena suaminya yang baru mendaftar 2017, keberangakatan diundur. Saat ini pemerintah tidak memberangkatkan calon haji, Nyami bersama suami kembali gagal berangkat.

"Harusnya tahun 2018, tapi waktu itu suami saya belum masuk daftar. Tahun ini harusnya bisa tapi ada corona jadi batal lagi," ujarnya.

Perjuangan Nyami dan suami untuk bisa mendaftar haji pun penuh perjuangan. Mereka menabung lebih dari 20 tahun. Setiap hari Nyami menyisihkan hasil dari penjualannya paling sedikit Rp5.00 0 hingga Rp15.000.

"Puluhan tahun mas sampe 25 tahun, tiap hari dikumpulin," ucap Nyami.

Anak Nyami, Qodiyanto mengatakan, keluarga sebelumnya berencana mengadakan pengajian syukuran untuk keberangkatan haji. Namun, pengumuman dari pemerintah membuat keluarga mengurungkan niat.

"Kemarin itu ada rencana istilahnya pamit (haji) kalau orang Jawa. Tapi jadinya gagal," katanya.

Keluarga pun berharap wabah Covid-19 segera berakhir. Sebagai umat Islam, Nyami dan suami ingin bisa melaksanakan rukun islam yang kelima, yaitu ibadah haji.


Editor : Nani Suherni