22 Warga Terserang DBD, Dinkes Kendal Gencarkan Fogging

Eddie Prayitno ยท Senin, 10 Februari 2020 - 15:50 WIB
22 Warga Terserang DBD, Dinkes Kendal Gencarkan Fogging
Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal melakukan penyemprotan atau fogging (Foto: iNews/Eddie Prayitno)

KENDAL, iNews.id - Pemerintah Kabupaten Kendal mencatat kenaikan kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayahnya mencapai 22 penderita. Sebelumnya, pertengahan Januari hanya ada tujuh kasus DBD.

Untuk mengantisipasinya, Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal melakukan penyemprotan atau fogging di beberapa daerah yang sudah ditemukan kasus DBD. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi jumlah nyamuk dewasa yang menyebarkan virus aedes aigepty.

Kepala Dinas Kesehatan Ferinando Rad Bonay mengatakan, fogging dilakukan pada pagi hari karena diyakini sebagai waktu yang paling tepat untuk membunuh nyamuk dewasa. Haryono meminta masyakat tidak melakukan fogging tanpa bantuan tenaga ahli.

"Kami imbau jangan melakukan sendiri tanpa konsultasi kepada petugas yang tahu betul. Karena jika takarannya tidak pas itu akan membahayakan," katanya, Senin (10/2/2020).

Sementara itu, Penanggungjawab seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular (P3M) bagian fogging Dinkes Kendal Haryono menuturkan, ada 30 tempat yang dilakukan fogging sejak Januari 2020.

"Hampir semua itu ada kasus DBD dari awal Januari sampai Februari ini," ujar Haryono.

Dia juga mengimbau masyakat tidak mengandalkan fogging sebagai upaya mencegah DBD. Haryono mengingatkan perilaku hidup bersih dengan kegiatan 3M yaitu menguras, menutup dan mengubur barang yang berpotensi menjadi tempat nyamuk bertelur lebih efektif dibanding fogging.

"Foggging itu hanya membunuh nyamuk dewasa. Jadi sebaiknya masyakat mencegah agar tidak ada jentik nyamuk," ucapnya.

Sebelumnya pada 2019, sebanyak 185 kasus DBD menyerang masyarakat Kendal dengan satu korban jiwa yakni warga Kedungsuren, Kecamatan Kaliwungu Selatan.


Editor : Nani Suherni