5 Hari dalam Pelarian, Begal Sadis: Saya Selalu Dibayang-bayangi Arwah Korban

Kristadi ยท Kamis, 16 September 2021 - 06:37:00 WIB
5 Hari dalam Pelarian, Begal Sadis: Saya Selalu Dibayang-bayangi Arwah Korban
Tersangka pembegalan hingga menewaskan korbannya saat digelandang di Mapolrestabes Semarang. (iNews/Kristadi)

SEMARANG, iNews.id - Unit Resmob Polrestabes Semarang berhasil menangkap AK (23), buronan eksekutor pembegalan hingga menewaskan korban di Jalan Pemuda, Semarang. Selama lima hari pelarian, pelaku mengaku selalu dibayang-bayangi oleh arwah korban yang selalu menempel di punggungnya hingga merasa tidak kuat berdiri.

Warga Kuningan Semarang Utara itu ditangkap polisi di kawasan Poncol Semarang pada Selasa (14/9) malam saat akan pulang ke rumah, setelah sembilan hari melarikan diri ke Subang, Jawa Barat dan Pekalongan,  Jawa Tengah. Penangkapan AK dilakukan setelah polisi sebelumnya mengamankan dua tersangka lain yakni MH  dan AD.

Di hadapan polisi,  pelaku mengaku selama lima hari pelariannya selalu dibayang-bayangi arwah korban. Selain lewat penampakan wajah korban, pelaku juga merasa diikuti oleh korban yang menempel di punggungnya. Sehingga merasa tidak kuat berdiri.

Lantaran ketakutan, pelaku mengaku akan menyerahkan diri, namun keburu ditangkap petugas di daerah Poncol Semarang.

“Saya sering dibayang-bayangi arwah korban, lewat penampakan wajah dan merasa diikuti menempel di punggung, jadi saya merasa tidak kuat berdiri,” kata AK, tersangka begal, Rabu (15/9/2021).

Sebelumnya, aksi pembegalan yang terjadi di Jalan Pemuda Semarang, tepatnya di depan Kantor Wali Kota Semarang pada 5 September lalu sempat terekam kamera CCTV.

“Pelaku memepet dan menendang motor korban hingga korban jatuh dan meninggal dunia di tempat kejadian. Pelaku juga kembali menghampiri korban untuk mengambil handphone dan dompet milik korban,” kata Wakapolrestabes Semarang, AKBP Iga Dwi Perbawa Nugraha.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Editor : Ahmad Antoni

Bagikan Artikel: