Aksi Mahasiswa Semarang Bikin Heboh, Goyang Pusat Isolasi Pasien Covid-19

Ahmad Antoni · Senin, 02 Agustus 2021 - 13:04:00 WIB
Aksi Mahasiswa Semarang Bikin Heboh, Goyang Pusat Isolasi Pasien Covid-19
Aksi mahasiswa menghibur para pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi di BPSDMD Jateng, Senin (2/8/2021). (foto: Istimewa)

SEMARANG, iNews.idAksi mahasiswa di Kota Semarang kembali berlanjut. Kali ini aksi dilakukan para mahasiswa dari empat kampus besar di Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah.

Mereka menggelar aksi di halaman BPSDMD Jateng, tempat para pasien Covid-19 biasa berkumpul untuk senam pagi, Senin (2/8/2021). Sebuah panggung tertata di halaman BPSDMD untuk menghibur para pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi terpusat.

Bergantian, mahasiswa dari Grup Keroncong Angon Mbulan UIN Walisongo, Mahesa Band (UIN Walisongo), Teater Gema Universitas PGRI Semarang (Upgris) dan Teater Emka Universitas Diponegoro (Undip) saling unjuk kebolehan. Ada yang main musik akustik, keroncongan, baca puisi, bahkan lawak. 

Para pasien yang sedang berjemur di depan gedung isolasi, tampak hanyut pada penampilan para mahasiswa di panggung bertajuk "Tamba Teka Lara Lunga" itu. 

Suasana semakin gayeng kala penampilan dari kelompok UKM Campursari Krida Laras Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang jadi pengiring pedangdut asal Semarang, Ressa Lawangsewu.

Para pasien isolasi di BPSDM Jateng pun hanyut dalam tembang-tembang yang dibawakan Ressa. Diantaranya Banyu Langit dan Dalan Liyane. Ada juga lagu yang dibawakan berdasarkan request salah satu pasien. 

"Bapak tadi jadi minta (lagu) Ojo sujono? Lagu klangenan dari Almarhum Didi Kempot ya pak, saya nyanyi bapak joget ya," kata Ressa. Tak hanya para pasien, para nakes juga turut terhibur pada kesempatan itu. "Asyik joget bareng biar cepet sehat ya bapak ibu," ujarnya di sela-sela lagu.

Mahasiswa UIN Walisongo, Amirul Mukminin, mengatakan kehadirannya bersama teman-temannya yang lain ini tergerak dari seruan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo agar mahasiswa ikut berkontribusi langsung dalam penanganan pandemi. 

Editor : Ahmad Antoni

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: