Asal Usul Rawa Pening, Baru Klinthing dan Misteri Cabut Lidi yang Menewaskan Warga Desa

Ahmad Antoni ยท Minggu, 27 Maret 2022 - 17:35:00 WIB
Asal Usul Rawa Pening, Baru Klinthing dan Misteri Cabut Lidi yang Menewaskan Warga Desa
Suasana di Rawa Pening, Kabupaten Semarang. Asal usul Rawa Pening hingga kini masih menyimpan misteri dicabutnya lidi hingga mewaskan seluruh penduduk desa. (Dok/Angga Rosa)

SEMARANG, iNews.id – Asal usul Rawa Pening berawal ketika warga Desa Pathok mengadakan sedekah bumi sebagai rasa syukur atas sukses panen. Mereka mengadakan acara hiburan rakyat berupa pertunjukan tarian tradisional, pagelaran wayang kulit, kuda lumping dan kenduri bersama.

Kemudian warga memotong kambing dan ayam. Selain itu mereka juga mencari hewan buruan di hutan. Kaum laki-laki baik tua ataupun muda keluar masuk ke hutan untuk mencari hewan buruan. Tetapi anehnya tidak ada satu pun kijang, babi atau banteng hutan yang muncul. Hingga hari menjelang sore tangan mereka masih kosong saja. Tidak ada satu hewan buruan pun yang berhasil ditangkap.

Karena kesal serta kelelahan, seorang laki-laki dari mereka beristirahat di batang pohon besar yang tumbang di pinggir jalan setapak. Lalu dia menancapkan pedangnya di pohon tumbang yang sudah ditutupi lumut itu. Yang anehnya dari pohon itu justru mengeluarkan darah segar yang mengalir deras dan menyebabkan bau anyir yang menyengat. Dengan segera mereka mencari tahu benda apa yang sebenarnya tengah diduduki oleh mereka itu.

“Teman-teman, nasib kita sepertinya sedang baik. Ini bukan pohon tumbang, tetapi ular raksasa yang sedang tertidur. Mari kita potong dan bawa ke desa untuk dibuat hidangan yang lezat!,” seru Kepala Desa pemimpin perburuan dikutip dari situs dunia pendidikan, Minggu (27/3/2022).

Mereka tidak tahu kalau ular yang mereka potong itu ternyata Baru Klinthing, putra dari pertapa sakti Ki Hajar Salokantara dan istrinya Nyai Selakanta yang berasal dari Desa Ngasem. Baru Klinthing yang sedang bertapa untuk memperdalam ilmu kanuragan dengan cara melingkari Gunung Telomoyo.

Kalau warga Desa Pathok tahu, mereka pasti mengurungkan niatnya menjadikan Baru Klinthing sebagai santapan karena akibat dari perbuatan itu sungguh sangat luar biasa.

Ular raksasa Baru Klinthing itu berubah wujud menjadi anak kecil yang kurus kering serta berbau amis seperti tidak pernah mandi selama berhari-hari. Yang kemudian ia bergabung dengan warga Desa Pathok yang sedang mengadakan syukuran sedekah bumi. Tetapi ketika ia meminta makan dan minum, tidak ada seorang penduduk pun yang mau memberinya. Semua orang yang ditemuinya selalu menghardik dan mengusir dengan kasar.

Editor : Ahmad Antoni

Halaman : 1 2 3

Follow Berita iNewsJateng di Google News

Bagikan Artikel: