Bagikan Nasi Goreng, Tradisi Unik Warga di Desa Ini Jelang Ramadan
PEMALANG, iNews.id – Warga Desa Jrakah, Petarukan, Kabupaten Pemalang memiliki kebiasaan unik memasuki bulan Ramadan. Mereka membagikan ratusan porsi nasi goreng (nasgor) ke warga sekitar sebagai kebiasaan bersedekah.
Desa Jrakah selama ini dikenal dengan sebutan kampung nasi goreng. Warga setempat terkenal sebagai penjual nasi goreng yang menyebar ke berbagai pelosok Indonesia. Selain berjualan di daeah sekitar Pemalang, Pekalongan, dan Tegal, banyak di antaranya yang berjualan di Jakarta, Bandung, Semarang, Bali dan berbagai daerah lainnya.
Sekitar 80 persen penduduk desa setempat, menjadi penjual nasi goreng dengan gerobak keliling atau mangkal. Sebagai bentuk kepedulian kepada daerahnya, mereka punya kebiasaan unik saat memasuki bulan Ramadan. Warga secara bergotong-royong membuat acara berbagi untuk sesama dengan membagikan secara gratis ratusan porsi nasi goreng.
“Nasi dimasak di jalan masuk desa ketika menjelang malam pertama bulan puasa,” kata Naryo, warga penjual nasi goreng, Senin (12/4/2021).
Masyarakat dari berbagai lapisan, mulai tua, muda dan anak-anak, bisa menikmati kuliner nasi goreng. Mereka sangat menikmati makanan enak dan gurih sambil melihat sawah dan keindahan khas pedesaan.
Pembagian nasi goreng ke warga, sebagai bentuk berbagi keberkahan terhadap sesama saat memasuki bulan Ramadan.
Selain membagikan nasi goreng gratis, warga juga bergotong royong membuat monumen tugu nasi goreng yang diletakan di jalan masuk kampung. Sekaligus menandai bahwa warga daerah ini mengandalkan penghasilan dari menjual kuliner nasgor.
Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo mengapresiasi pembuatan tugu nasi goreng. Diharapkan kampung nasi goreng bisa menginspirasi daerah lain. Sehingga terpacu untuk tetap berusaha dan punya ketrampilan meskipun kondisi pandemi Covid-19.
“Saat Ramadan, warga kami minta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Namun juga tetap bekerja guna memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ucapnya.
Editor: Ary Wahyu Wibowo