Bea Cukai Semarang Gagalkan Importasi Ratusan Ribu Pisau Cukur Palsu dari Cina

Eka Setiawan ยท Kamis, 15 Desember 2022 - 14:11:00 WIB
Bea Cukai Semarang Gagalkan Importasi Ratusan Ribu Pisau Cukur Palsu dari Cina
Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean Tanjung Emas Anton Martin (kanan) didampingi Direktur Reskrimsus Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio menunjukkan pisau cukur palsu importasi dari Cina dan yang asli (kiri). (Eka Setiawan)

SEMARANG, iNews.id – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Tanjung Emas menggagalkan upaya importasi atau pisau cukur. Jumlahnya 403.200 pics dalam kemasan 350 karton.

Barang palsu itu bermerek Getlitey yang diimpor perusahaan inisal MKA dari Cina. Produk pisau cukur itu menyerupai merek Gillette pabrikan PT Procter & Gamble Home Products Indonesia.

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean Tanjung Emas Anton Martin mengemukakan temuan awal itu di Terminal Petikemas Semarang (TPKS) pada Selasa 29 November 2022.

“Temuan ditindaklanjuti dengan melakukan penegahan dan memberikan notifikasi kepada right holder (pemegang hak) yakni PT. Procter & Gamble Home Products Indonesia yang kemudian mereka memberikan balasan bahwa akan melakukan proses penegakan tersebut,” kata Anton Martin di Gudang Penimbunan Pabean Bea Cukai Tanjung Emas, Semarang, Kamis (15/12/2022).

Pemegang hak itu kemudian menindaklanjuti dengan mengajukan permohonan penangguhan sementara ke Pengadilan Niaga Semarang. Di lokasi penimbunan itu, Kamis ini langsung dilakukan pemeriksaan fisik pisau cukur palsu itu, dibandingkan dengan pabrikan dari pemegang hak.

“Ada komplain barang yang mirip, ini ganggu reputasi (pemegang hak), tidak ada pembeda produknya,” kata hakim Pengadilan Niaga Semarang yang datang langsung ke lokasi.

Pengadilan Niaga Semarang sendiri pada 9 Desember telah mengabulkan permohonan penangguhan sementara tersebut dan ditindaklanjuti pemegang hak dengan mengajukan pemeriksaan fisik bersama kepada pihak Bea Cukai.

“Pemeriksaan dari hakim ini bagian dari rangkaian acara, dalam rangka melindungi hak atas kekayaan intelektual (HAKI) temuan importasi pisau cukur dari Ciina yang diduga langgar HAKI,” sambung Anton Martin.

Koordinator Pelayanan Hukum dan Fasilitasi Komisi Banding Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham Nova Susanti menyebut pada kasus ini terlihat ada upaya hukum dari pemilik (pemegang hak). Barang palsu itu tidak ada izin dari pemilik.

Editor : Ahmad Antoni

Halaman : 1 2

Follow Berita iNewsJateng di Google News

Bagikan Artikel:


Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews.id tidak terlibat dalam materi konten ini.