Begini Kisah Anggota SAR UNS Jadi Relawan Pengubur Jenazah Pasien Covid-19

Ary Wahyu Wibowo ยท Selasa, 01 Juni 2021 - 17:14:00 WIB
Begini Kisah Anggota SAR UNS Jadi Relawan Pengubur Jenazah Pasien Covid-19
Anggota Bakorlak SAR UNS Solo saat mengubur jenazah pasien Covid-19. Foto: Ist.

SOLO, iNews.id - Anggota Badan Koordinasi Pelaksana (Bakorlak) Search and Rescue (SAR) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo memiliki segudang cerita menjadi relawan yang membantu penanganan jenazah pasien Covid-19. Kisah pilu terkadang dialami ketika ada reaksi negatif dari masyarakat. 

Seperti yang dialami anggota Bakorlak SAR UNS Solo Supriyanto Nugroho, yang kini menjadi relawan pengubur jenazah pasien Covid-19 di Sragen. Supriyanto yang sudah bergabung dengan Bakorlak SAR UNS sejak tahun 2010, menceritakan alasannya tergerak menjadi relawan dan tantangan yang dihadapi selama menguburkan jenazah pasien Covid-19.

Panggilan untuk mau menjadi relawan pengubur jenazah Covid-19 bermula ketika relawan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Moewardi Solo  berkeluh kesah soal sulitnya memakamkan jenazah pasien Covid-19  di Sragen.

“Lalu, saya dan teman-teman Bakorlak SAR UNS yang ada di satu daerah dengan saya berembuk bersama anggota SAR MTA. Setelah oke, lalu kami memulai giat yang pertama dan terbentuklah relawan gabungan volunteer Covid-19,” kata Supriyanto. 

Niatnya membantu menguburkan jenazah pasien Covid-19 sempat dilarang ibunya. Namun setelah memberikan pemahaman, Supriyanto mendapatkan izin dan mulai aktif membantu.

“Karena saya tidak bisa membantu dengan harta benda, cuma dengan tenaga yang saya bisa. Dan dari Bakorlak SAR UNS ada empat personel yang ikut giat. Ada saya, Panji, Imam Muhlisin, dan Witanto,” ujarnya.

Dalam proses penguburan jenazah pasien Covid-19, Supriyanto dan relawan dari Bakorlak SAR UNS telah dibekali dengan Alat Pelindung Diri (APD) dan alat kubur, seperti helm, kacamata google, sepatu boot, masker, bambu, dan tali plastik atau tambang.

Selama menjadi relawan pengubur jenazah pasien Covid-19, Supriyanto enggan dibayar sepeser rupiah pun. Sebab ia sejak awal sudah berkomitmen membantu sesama yang memerlukan.

Editor : Ary Wahyu Wibowo

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: