Bermula dari Jateng, Aturan Jaga Jarak di Pasar Tradisional Diterapkan secara Nasional

Antara ยท Jumat, 08 Mei 2020 - 13:16:00 WIB
Bermula dari Jateng, Aturan Jaga Jarak di Pasar Tradisional Diterapkan secara Nasional
Pasar pagi Kembangsari Salatiga terapkan physical distancing (Foto: Antara)

SEMARANG, iNews.id - Pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan bakal menerapkan pembatasan fisik dengan mengatur jarak antarpedagang di seluruh pasar tradisional secara nasional. Kemendag menilai, langkah Pemerintah Jawa Tengah yang menerapkan lebih dulu patut ditiru.

"Kami sudah membuat surat edaran yang ditujukan pada seluruh bupati/wali kota seluruh Indonesia. Intinya, dalam rangka menghadapi Covid-19 ini, kami minta kepala daerah memperlakukan secara khusus pendistribusian terkait komoditas pangan, khususnya di pasar tradisional," kata Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Suhanto di Semarang, Jumat (8/5/2020).

Dia mengungkapkan sejak diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pihaknya menerima banyak laporan pasar rakyat yang ditutup. Sehingga kemudian Kemendag menggelar rapat dengan jajaran legislator dan Gugus Tugas Covid-19 yang intinya pasar tradisional tetap dioperasikan dengan mempertimbangkan standar kesehatan.

"Hari ini surat edaran dari Gugus Tugas itu dikirimkan, kami harap ini bisa ditindaklanjuti," ujarnya.

Suhanto menyebutkan Jateng termasuk yang memberikan ide terkait penerapan pembatasan fisik di pasar tradisional. Dia mendapat informasi, sudah ada 13 pasar tradisional di Jateng yang tetap berjalan namun diatur dengan protokol kesehatan ketat.

"Apa yang disampaikan Pak Ganjar sangat menarik, sudah ada 13 pasar yang diatur dengan konsep 'physical distancing'. Kami menyarankan bupati/wali kota yang pasarnya terlalu padat, untuk berinovasi dalam kondisi saat ini, bisa meniru seperti Jateng dengan menggunakan jalan untuk tempat berjualan," katanya.

Menurutnya, keberadaan pasar tradisional sangat penting saat ini. Masih banyak orang yang bergantung pada keberadaan pasar tradisional seperti petani, pedagang, dan masyarakat.

"Pasar tempat bertemunya masyarakat, kalau pasar ditutup tentu ekonomi akan terdampak. Mari diatur dengan physical distancing agar pedagang bisa berjualan, petani bisa menyetor hasil taninya dan ekonomi tetap berjalan," ujarnya.

Berita Lain Bisa Dibaca di Sindonews.com: Physical Distancing Pasar Rakyat di Jateng Menjadi Percontohan Nasional

Editor : Nani Suherni