Cerianya Ratusan Siswa Kuncup Melati Semarang Dapat Kue Keranjang Gratis Jelang Imlek
Kue keranjang punya filosofi tersendiri. Bentuknya bulat atau lingkaran sebagai simbol semuanya menyatu, tidak ada sekat. Kue yang lengket mengandung arti semuanya saudara, tidak bisa dipisahkan.
Rasanya yang manis jadi semacam pengharapan agar nasib hidup di tahun yang baru akan semanis kue itu. “Sudah sejak tahun 2009 bagi-bagi kue keranjang,” ujarnya.
Mereka yang mendapatkan kue keranjang, ada 32 pelajar TK, 88 SD dan 35 pelajar SMP. Totalnya 155 pelajar. Masing-masing mendapatkan 2 kue keranjang. Selesai acara, mereka yang duduk di bangku SD dan SMP melanjutkan pelajaran. Sementara yang TK, pulang. Tampak beberapa orang tua menunggu di depan pagar sekolah. Beberapa terlihat mengayuh sepeda menjemput anaknya.
Kepala SMP Kuncup Melati Amita Budhiyani menyebut TK, SD dan SMP Kuncup Melati adalah sekolah gratis di bawah Yayasan Khong Kauw Hwee.
“Sekolah gratis sejak tahun 1950 sampai sekarang,” kata Amita Budhiyani. Pelajar SD dan SMP di sana masuk pukul 07.00 WIB. Jika ada pelajaran ekstra, mereka biasa pulang pukul 15.00 WIB. Sementara yang TK, ada 2 sesi, masuk pagi pukul 07.00 pulang pukul 09.30 WIB. TK masuk siang, mulai pukul 09.30 pulang pukul 12.00 WIB. Karena hari itu ada pembagian kue keranjang, pelajar TK semuanya masuk siang.
Salah satu siswi TK di sana, Aerilin Belvania Kusuma Mingkit (5) tampak senang menerima 2 buah kue keranjang. “Saya tinggal di tempat kos bersama ibu, di dekat sini. Sering makan kue keranjang,” kata Aerilin.
Editor: Ahmad Antoni