Cerita Eri Listiawan, Kades Grenggeng Kebumen yang Wakili Indonesia di KTT New Rural Jerman

Tim iNews.id ยท Selasa, 02 Agustus 2022 - 09:17:00 WIB
Cerita Eri Listiawan, Kades Grenggeng Kebumen yang Wakili Indonesia di KTT New Rural Jerman
Kades Grenggeng Eri Listiawan saat menghadap Bupati Kebumen. (Foto Dok Pemkab Kebumen)

KEBUMEN, iNews.id - Eri Listiawan, Kepala Desa Grenggeng di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen, tak menyangka bakal mewakili Indonesia ke sebuah konferensi tingkat tinggi (KTT) di Jerman. Dia terpilih mewakili seluruh desa di Indonesia untuk ikut dalam KTT New Rural, di Frankfurt Jerman. 

Eri Listiawan merupakan satu dari dua kepala desa (kades) yang berangkat. Satu kades lainnya adalah Kepala Desa Panggungharjo, Bantul, Yogyakarta.

Dia mengatakan berdasarkan Kongres Kebudayaan Desa II di Majalengka, Jawa Barat telah merekomendasikan dua kepala desa untuk ikut KTT di Jerman. Dari Indonesia, hanya dua kepala desa yang terpilih, dia dan Kades Panggungharjo, Bantul, Yogyakarta.

"Jadi waktu di Majalengka itu ada 100 kepala desa dari seluruh Indonesia, kita semua membahas tentang persiapan New Rural tentang desa. New rural agenda itu maksudnya agenda baru tentang pedesaan, kita berbicara peradaban dunia ke depan dalam perspektif masyarakat desa,” katanya seperti dikutip dari iNewsPurwokerto.id.

Eri mengatakan berada di Jerman selama tujuh hari, banyak diisi dengan kegiatan diskusi saling bertukar gagasan mengenai sistem pemerintahan desa di masing-masing negara. Menurutnya, sistem desa di luar sangat berbeda jauh dengan di Indonesia.

"Ada 41 negara yang ikut, dari Asia hanya tiga negara, China, Jepang dan Indonesia. Dari pembahasan yang ada saya liat sekarang negara sudah banyak yang lebih memperhatikan pembangunan desa, sebagai ujung tombak pemerintahan sebuah negara,” katanya.

Dia mengungkapkan ada sejumlah perbedaan antara Indonesia dan luar negeri. "Memang ada sedikit beda ya, kalau di luar negeri itu namanya distrik. Untuk kota-kota besar di negara maju, kalau mau membangun distrik itu infranstruktur dibangun dulu, baru ada masyarakatnya. Kalau di kita kan nggak,”ujarnya.

Editor : Ahmad Antoni

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: