Curhat Pemkot Tegal Pertama Kali Lockdown: Kami Harus Berpikir Cerdas

Nani Suherni ยท Kamis, 18 Juni 2020 - 14:15:00 WIB
Curhat Pemkot Tegal Pertama Kali Lockdown: Kami Harus Berpikir Cerdas
Warga masih beraktivitas normal menjelang pelaksanaan PSBB di Kota Tegal. (Foto: iNews/Yunibar)

TEGAL, iNews.id - Pemerintah Kota Tegal menjadi daerah yang pertama melaksanakan local lockdown untuk mencegah penyebaran Covid-19. Namun, kebijakan itu rupanya sempat mendapat komplain dari sejumlah pihak.

Wali Wali Kota Tegal, Muhammad Jumadi mengatakan, saat pertama kali mengambil kebijakan local lockdown pada Senin (30/3/2020). Jumadi mengaku saat itu Pemkot Tegal juga bingung karena belum ada daerah yang bisa dicontoh untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Untuk menyelesaian masalah besar, kami juga harus berpikir cerdas. Semantara kami tidak tahu mana yang tepat untuk menangani Covid-19," kata Jumadi dalam Webinar Leader Talk iNews: Jogo Tonggo, Strategi Jawa Tengah Hadapi Covid-19, Kamis (18/6/2020).

Dia menuturkan, saat itu banyak diprotes semua masyarakat. Saat itu, kebijakan local lockdown tidak hanya mencegah kendaraan masuk, sejumlah fasilitas di kota itu juga setop beroperasi.

"Tentu saya tidak semua setuju. Saya sampaikan pasti semua kebijakan ada pro dan kontra. Satu hari diberlakukan kami diprotes," ucapnya.

Salah satu yang efektif untuk mencegah kerumunan yakni mematikan penerangan jalan umum. Saat itu tidak ada warga yang tertangkap berkerumun.

"Kota Tegal kami gelapkan agar tidak ada orang kumpul. Semua orang akan males ke Tegal," ucapnya.

Saat itu, local lockdown di Kota Tegal, Jawa Tengah (Jateng) Senin (30/3/2020) mulai berlaku. Saat itu, sejumlah aktivitas di sejumlah wilayah disetop.

Editor : Nani Suherni