Dikucilkan Warga, Keluarga Pasien Covid-19 yang Meninggal Sempat Menolak Rapid Test

Rustaman Nusantara ยท Selasa, 12 Mei 2020 - 15:15 WIB
Dikucilkan Warga, Keluarga Pasien Covid-19 yang Meninggal Sempat Menolak Rapid Test
Tim medis mendatangi rumah pasien S di Desa Temon, Kecamatan Brati, Grobogan, Jawa Tengah (Jateng) (Foto: iNews/Rustaman Nusantara)

GROBOGAN, iNews.id - Tim penanganan Covid-19 Kecamatan Branti, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (12/5/2020) mengadakan rapid test ke seluruh keluarga dan tetangga yang sempat kontak langsung dengan pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal karena positif virus corona (Covid-19). Keluarga sempat menolak dites karena dikucilkan warga.

PDP yang positif Covid-19 itu berinisial S. Menurut keterangan tim medis, S (57) yang merupakan kepala keluarga ini sempat melakukan perjalanan dari zona merah Jakarta. S juga diketahui memiliki riwayat penyakit diabetes dan sempat mengalami luka di jari kaki akibat digigit tikus selama bekerja di Jakarta.

Setelah pulang, pasien kemudian diperiksa dan mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Yakkum Purwodadi, Grobogan. Seminggu berada di ruang isolasi rumah sakit, kondisi pasien semakin memburuk hingga meninggal dunia pada tanggal 7 Mei lalu.

Saat mendatangi rumah pasien S di Desa Temon, Kecamatan Brati, Grobogan, keluarga sempat menolak dites. Keluarga merasa terkucilkan di tengah masyarakat setelah adanya informasi bahwa S pasien positif Covid-19. Namun setelah adanya penjelasan dari tim medis, keluarga pasien akhirnya mau dan menerima untuk dilakukan rapid test yang kedua.

Dalam rapid test kali ini diikuti sebanyak 14 warga. Rinciannya, sembilan merupakan keluarga pasien dan lima lainnya warga yang sempat kontak langsung dengan pasien.

"Ini tes yang kedua, sesuai protokol setelah 10 hari dites lagi. Nanti hasilnya kami laporkan ke atasan," ucap dokter Puskesmas Brati, Andi, Selasa (12/5/2020).

Berdasarkan hasil rapid test yang kedua, ke-14 orang tersebut dinyatakan nonreaktif atau negatif. Namun, tim medis akan kembali melakukan rapid test ketiga 10 hari setelah pemeriksaan kali ini.


Editor : Nani Suherni