DPRD DIY Khawatir Aksi Klitih Coreng Citra Yogyakarta sebagai Kota Pelajar

Kuntadi ยท Senin, 13 Januari 2020 - 20:49 WIB
DPRD DIY Khawatir Aksi Klitih Coreng Citra Yogyakarta sebagai Kota Pelajar
Polresta Yogyakarta menangkap 10 pelajar dan mengamankan belasan senjata tajam berbagai jenis yang diduga digunakan untuk menyerang sekolah lain, Minggu (12/1/2020). (Foto: iNews/Gunanto Farhan)

YOGYAKARTA, iNews.id – Kalangan DPRD DIY mengaku prihatin dengan maraknya aksi kekerasan di jalanan atau dikenal dengan klitih beberapa hari ini. Aksi ini bisa mencoreng citra Yogyakarta sebagai kota pelajar.

Melihat fenomena ini, Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana meminta semua pihak menyelesaikan aksi klitih remaja dengan sistematis.

"(Klitih) Ini harus dihentikan secara sistematis. Saya khawatir klitih ini mencoreng citra DIY sebagai kota pendidikan," terang Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana, Senin (13/1/2020).

BACA JUGA: Polisi Tangkap 10 Pelajar Bersenjata Tajam di Yogyakarta yang Akan Serang SMK 3

Dia melihat para pelaku didominasi anak-anak di bawah 17 tahun yang bisa lepas dari jeratan hukum. Untuk itu pelajar perlu mendapatkan pengawasan dan pembinaan. Salah satunya aturan berkendara bagi pelajar.

"Aturan berkendara bagi pelajar harus ditegakkan," ujarnya, Senin (13/1/2020).

Untuk mengatasi ini, dia mengusulkan fasilitas kendaraan umum untuk pelajar. Jika memungkinkan TransJogja akan digratiskan untuk pelajar di DIY.

BACA JUGA: Sebagai Bentuk Kritik, Para Pelajar ini Berswafoto di Lokasi Banjir

"Perlu fasilitasi kendaraan umum untuk ke sekolah agar meminimalkan penggunaan sepeda motor oleh pelajar," kata Huda.  

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi A DPRD DIY, Suwardi meminta polisi dan pihak sekolah mencari penyebab aksi klitih pelajar di Yogyakarta.

"Aparat keamanan bisa cari akar pokoknya secara komprehensif agar remaja kita jera dengan aktivitas seperti itu," ucapnya.


Editor : Nani Suherni