Dua Perwira Polres Salatiga Dimutasi, Kapolres Minta Pejabat Baru Segera Berlari Kencang
SALATIGA, iNews.id - Polres Salatiga melakukan mutasi jabatan dua perwiranya, yakni Kasat Reskrim dan Kasat Resnarkoba. Upacara serah terima jabatan dan pengambilan sumpah atau janji kedua perwira tersebut berlangsung di Pendapa Polres Salatiga, Rabu (15/9/2021).
Berdasarkan surat keputusan Polda Jawa Tengah tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polda Jawa Tengah, AKP Lanang Teguh Pambudi sebagai Kasat Reskrim Polres Salatiga digantikan oleh AKP Nanung Nugroho Indaryanto.
AKP Nanung sebelumnya menjabat sebagai Panit 1 Unit 1 Subdit 5 Ditkrimsus Polda Jateng. Selanjutnya, AKP Lanang Teguh Pambudi dipercaya menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Sragen.
Adapun Kasat Resnarkoba AKP Andie Prasetyo menempati jabatan baru sebagai Panit 1 Unit 4 Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Jateng digantikan oleh Iptu Wikan Sri Kadiyono yang sebelumnya menjabat Wakapolsek Boyolali Kota, Polres Boyolali.
Kapolres Salatiga AKBP Indra Mardiana meminta pejabat baru segera berlari kencang dan menyesuaikan diri dengan meneruskan ide atau pikiran kreatif yang telah dibuat pejabat lama. Sehingga dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat yang ingin memperoleh kepastikan hukum terkait tindak pidana.
"Saya yakin dengan pengalaman dari tempat tugas sebelumnya kedua pejabat dapat mengemban tugas dan amanah pimpinan ini sebaik mungkin," kata Kapolres.
Kapolres mengatakan, Salatiga merupakan kota yang unik, heterogen dan menjunjung tinggi toleransi. Untuk itu perlu kerja keras dan inovasi guna mempertahankan sebagai kota tertoleran se Indonesia.
Selain itu, kata Kapolres, kejadian kriminaitas di Salatiga juga masih cukup tinggi. Karena itu, perlu upaya serius untuk menekan angka kriminalitas.
Begitu pula dengan penanganan kasus narkoba. Wilayah hukum Polres Salatiga walaupun lebih kecil, namun kasus narkoba juga cukup dominan. "Maka dari itu, Kasat Resnarkoba yang baru perlu berlari lebih kencang untuk memberantas peredaran narkoba," ujarnya.
Dia mengatakan, untuk mengantisipasi perubahan yang begitu cepat terjadi dimasyarakat, Polri akan mendukung keinginan masyarakat sejauh masih dalam bingkai demokrasi dan konstitusi.
Editor: Ahmad Antoni